Breaking News:

Madura United

Madura United Ancam Bubarkan Tim, Arema FC Masih Optimistis soal Kelanjutan Liga 1

General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo ikut memberikan komentar terkait rencana Madura United yang ingin membubarkan tim.

Dok Arema FC
Latihan bersama Arema FC Vs Madura United di Stadion Kanjuruhan pada Rabu (21/10/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Nasib kompetisi di Indonesia tak kunjung ada kepastian dan kejelasan.

Hal ini membuat klub merugi karena harus membayar gaji pemain dan pelatih setiap bulannya, ditengah kondisi tak ada pemasukan. Meski gaji pemain sudah dipotong 75 persen, namun diakui itu tetap memberatkan klub. 

Bahkan Direktur Madura United, Haruna Soemitro sudah mengikrarkan jika tak kunjung ada kepastian, maka tim Sape Kerrap akan dibubarkan.

Baca juga: Kota Malang Kembali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Pemkot Kembali Gencarkan Operasi Yustisi

Baca juga: Pilkada Serentak Usai, Madura United Desak PSSI segera Pastikan Nasib Lanjutan Kompetisi

Baca juga: RSUD dr Sayidiman Magetan Tutup IGD Setelah 11 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

Baca juga: Vicky Prasetyo Terobsesi 1 Bagian Tubuh Kalina Ocktaranny, Akui Kagum Sejak Masih Jadi Istri Deddy

Terkait hal ini, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo memastikan Arema tak akan mengambil langkah sejauh itu. 

"Kalau Arema tidak sampai bubar. Karena kami masih yakin bawasanya sepak bola itu banyak manfaatnya daripada mudharatnya. Jadi kami yakin akan diizinkan. Kalau bicara soal untung rugi, pasti rugi. Tapi disini kita hanya perlu lebih bersabar saja," kata Ruddy Widodo, Selasa (15/12/2020).

Bicara soal rencana Madura United sampai ada rencana membubarkan tim ini, menurut Ruddy itu tak lepas dari rasa trauma klub Liga 1 saat kompetisi bulan Oktober lalu tiba-tiba ditunda saat sudah H-3 jelang kick off. 

"Kenapa Madura sampai gitu? Ya jujur saja teman-teman klub masih trauma dengan kejadian kemarin. H-3 sebelum kick off kompetisi didelay dan Desember ini memang seharusnya penentuan soal bagaimana kelanjutan kompetisi," ujarnya. 

Meski memastikan timnya tak akan bubar hanya karena kompetisi yang tak kunjung ada kepastian, manajemen Arema FC meminta agar segera ada kepastian. Sehingga klub dapat menyusun persiapan. 

"Sekarang Pilkada sudah selesai, mungkin masih menunggu perhitungan suara. Ya mungkin seminggu sampai sepuluh hari setelah Pilkada, ada keputusan dari Mabes Polri dan PSSI ada semacam Mou dengan Polri yang berbunyi mengizinkan lanjutan kompetisi 2020-2021, karena jujur ada trauma dari teman-teman klub," jelas Ruddy.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved