Breaking News:

Berita Pamekasan

300 Lebih KPM PKH di Pamekasan Memilih Mundur Setelah Rumahnya Ditempeli Stiker Penerima Bansos

Keluarga Penerima Manfaat di Pamekasan mundur dari kepesertaan PKH setelah ada verifikasi lewat labelisasi stiker dan sembako di rumah penerima bansos

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Pendamping PKH dan petugas gabungan TNI Polri serta perangkat desa di Pamekasan saat menempelkan stiker di rumah KPM, Sabtu (9/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Pamekasan, Madura memilih mundur dari kepesertaan PKH setelah adanya verifikasi melalui labelisasi stiker PKH dan sembako, di rumah penerima bansos.

Kordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Hanafi, mengakui ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Pamekasan, memilih mundur dari kepesertaan PKH. 

Fenomena ini terjadi setelah adanya verifikasi melalui labelisasi stiker PKH dan sembako, di rumah penerima bansos.

Ia mengatakan, saat ini, labelisasi stiker PKH dan Sembako masih sedang berlangsung di 13 Kecamatan yang berada di Kabupaten Pamekasan.

Baca juga: Gubernur Jatim Putuskan 11 Daerah Terapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Mulai 11 Januari 2021

Baca juga: Bupati soal Sriwijaya Air Hilang Kontak: Nelayan Lihat Pesawat Jatuh dan Dengar Jeritan Minta Tolong

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak, Kemenhub Koordinasi dengan Basarnas dan KNKT

Baca juga: Fakta-Fakta Sementara Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak, Bawa 59 Penumpang Termasuk Bayi dan Anak

Pendamping PKH dan petugas gabungan TNI Polri serta perangkat desa di Pamekasan saat menempelkan stiker di rumah KPM, Sabtu (9/1/2021).
Pendamping PKH dan petugas gabungan TNI Polri serta perangkat desa di Pamekasan saat menempelkan stiker di rumah KPM, Sabtu (9/1/2021). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Adanya pemasangan labelisasi ini, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat banyak yang memilih mundur dari kepesertaan bansos tersebut.

"Sekarang sedang berjalan proses labelisasi atau verifikasi, sehingga banyak yang memundurkan diri karena sudah merasa malu, punya kesadaran dan perubahan mindset," kata Hanafi, Sabtu (9/1/2021).

Menurut dia, data Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan yang memilih memundurkan diri kurang lebih 300 KPM. 

Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara, karena proses verifikasi di 13 Kecamatan masih terus berlangsung.

"Total yang memundurkan diri lebih dari 300 KPM, tapi sekarang proses verifikasi masih terus berjalan. Jadi belum kita rampungkan dari seluruh kecamatan," ungkap mantan aktivis PMII UIM itu.

Ia berharap, adanya kegiatan labelisasi stiker ini bisa menjadi langkah positif untuk mengantisipasi terjadinya ketidak tepat sasaran bantuan dan menjadi wujud transparansi kepada publik.

"Sesuai arahan Bupati Pamekasan, agar data yang terverifikasi untuk dilakukan updating. Kemudian dilakukan transparansi sebagai kontrol publik, supaya masyarakat tahu siapa saja penerimanya. Jadi labelisasi di rumah KPM ini sebagai wujud transparansi dan mendorong kesadaran masyarakat," tutupnya.

Baca juga: Data Manifest Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak SJ-182 yang Hilang Kontak Angkut 59 Penumpang

Baca juga: BREAKING NEWS - Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Dikabarkan Hilang Kontak

Baca juga: Bupati soal Sriwijaya Air Hilang Kontak: Nelayan Lihat Pesawat Jatuh dan Dengar Jeritan Minta Tolong

Baca juga: Kapal Diterjang Badai, Empat Pemancing Mengapung 2 Jam di Wilayah Perairan Pengeboran Santos Sumenep

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved