Berita Malang

Mahasiswa Unisma Malang Tuntut Pemotongan SPP 50 Persen hingga Evaluasi Pembelajaran Daring

Mahasiswa Universitas Islam Malang ( Unisma Malang ) menuntut pemotongan SPP setidaknya 50 persen.

TRIBUNMADURA.COM/Sylvianita Widyawati
Gerakan Aksi Mahasiswa Universitas Islam Malang (Geram Unisma) menyuarakan permintaan pemotongan SPP 50 persen untuk semester genap nanti, Minggu (17/1/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Malang ( Unisma Malang ) menggelar aksi protes pada kampus.

Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Mahasiswa Universitas Islam Malang ( Geram Unisma) itu mengajukan dua poin tuntutan yang akan diajukan ke Unisma.

Tuntutan yang diajukan mahasiswa Unisma Malang yakni pemotongan SPP setidaknya 50 persen dan evaluasi efektifitas dan konduktifitas pembelajaran daring.

Hal itu disuarakan dalam pembacaan tuntutan kepada rektor, Minggu (17/1/2021).

Baca juga: Waspada 3 Titik Rawan Longsor di Trenggalek, Ada di Kecamatan Dongko hingga Kecamatan Munjungan

Baca juga: Mobil Pengangkut Uang ATM Tabrak Sepeda Motor di Tuban, 1 Korban Tewas dan 4 Orang Lainnya Luka-Luka

Baca juga: Pembangunan Pasar Legi Segera Rampung, Warga Ponorogo Bakal Punya Pasar Berstandar Nasional

Bulan ini sudah masuk jadwal her registrasi semester genap tahun akademik 2020/2021 mulai 25 Januari sampai 12 Februari 2021.

Namun sejauh ini belum ada kepastian apakah kampus akan memberikan potongan SPP lagi.

"Sementara dalam pembelajaran daring semester ganjil, ada pemberian potongan SPP merata Rp 400.000/mahasiswa," jelas Najib, perwakilan dari Geram Unisma pada suryamalang.com ( grup TribunMadura.com ).

Meski dirasakan mereka pemberian potongan rata itu tidak adil.

Sebab, kata dia, tiap angkatan, besaran SPP-nya beda. Rata-rata ada kenaikkan SPP Rp 100.000 per angkatan.

Dijelaskan alasan melaksanakan aksi ini karena banyak orangtua mahasiswa terdampak Covid-19.

Baca juga: Info Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ITS 2021, Ini Jadwalnya

Baca juga: Puluhan Hektar Tanaman Padi di Sampang Terendam Banjir, Dispertan Ajukan Bantuan Benih ke Provinsi

"Jadi kami masih mengeluarkan lagi uang ekstra untuk pembelian paket data untuk kuliah daring," katanya.

"Dari paket bantuan data dari Kemendikbud hanya 5 GB yang bisa dipakai untuk Zoom. Sisanya buat chat dll," jelas Najib. 

Untuk pembelian paket data, mahasiswa mengeluarkan tambahan uang Rp 50.000 sampai Rp 70.000 per bulan.

Dikatakannya, mahasiswa tidak keberatan kuliah daring lagi asal ada kepastian potongan SPP. Apalagi tidak ada pemakaian fasilitas kampus karena daring.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved