Breaking News:

Arema FC

Babak Belur, Arema FC Sampai Tak Bisa Hitung Kerugian Klub Akibat Kompetisi Liga 1 2020 Dihentikan

Manajemen bisnis Arema FC mengklaim tak bisa menghitung kerugian yang dialami klub periode 2020.

Dok Arema FC
Arema FC Official Store di outlet Malang Strudel Kota Batu. 

Reporter: Dya Ayu | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Arema FC merasakan langsung dampak pandemi Covid-19.

Hal itu lantaran pandemi Covid-19 membuat kompetisi Liga 1 2020 dihentikan sejak Maret 2020 lalu.

Akibatnya, Arema FC harus mengeluarkan belasan miliar rupiah untuk menjaga kelangsungan hidup klub.

Tidak hanya itu, dari segi bisnis, Arema FC juga mengalami kerugian.

Selain penjualan yang dipastikan anjlok, tanggungan utang benefit saat ini jadi hal yang harus segera diselesaikan sebelum kompetisi 2021 dimulai.

Baca juga: Usulan Kompetisi Tanpa Degradasi Dinilai Lucu, Arema FC : Seharusnya PT LIB Jelaskan Konsekuensinya

Baca juga: Mantan Bek Madura United ini Tetap Terapkan Pola Latihan TC Timnas Indonesia dalam Kesehariannya

Baca juga: Seluruh Pemain Asing Persebaya Hengkang, Aji Santoso Maklumi Keputusan Aryn William dan Lainnya

Bahkan, manajemen bisnis Arema FC mengklaim tak bisa menghitung kerugian yang dialami klub periode 2020.

"Kalau bicara kerugian, tidak bisa dihitung. Banyak banget kerugiannya," kata Manajer Bisnis Arema FC, Yusrinal Fitriandi kepada Surya ( grup TribunMadura.com ), Jumat (22/1/2021).

"Kami pun juga tidak bisa ngomong soal profit (untung, red) kalau corona seperti sekarang ini," sambung dia.

"Lucu kalau sampai bahas profit. Jangankan mau dapat profit, nutupin operasional saja sudah sulit," lanjutnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Inal itu mengaku, target tahun 2020 sebesar Rp 40 Milir, dipastikan tidak terpenuhi.

Ini terjadi karena kompetisi musim lalu baru berjalan tiga kali pertandingan, sehingga berpengaruh pada penjualan jersey dan merchandise klub.

Baca juga: Kompetisi Liga Indonesia Mandek Tanpa Kepastian, Manajemen Arema FC : Jadi Masalah Baru

"Targetnya awal musim kemarin sebelum corona itu Rp 40 miliar, nyampekya belum seberapa, apalagi pertandingan baru tiga kali terus berhenti sampai sekarang," kata dia.

"Pokoknya tidak bisa menyebutkan berapa banyak kerugiannya. Jersey dan merchandise omsetnya turun banget, hampir 70 persen. Penjualan lewat online, juga turun banget," jelasnya.(myu)

Penulis: Dya Ayu Wulansari
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved