Berita Sampang

Bisnis Menjanjikan, Tanaman Porang Jadi Program Pengembangan Dinas Petanian Sampang untuk Petani

Dinas Pertanian Sampang memberikan bantuan pengembangan tanaman porang kepada para petani maupun kelompok tani.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
tanaman porang 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Pertanian Sampang terus melakukan pengembangan terhadap tanaman porang di Kabupaten Sampang Madura.

Untuk itu, Dinas Pertanian Sampang memberikan bantuan pengembangan tanaman porang kepada para petani maupun kelompok tani.

Tanaman berjenis umbi-umbian tersebut begitu fenomenal.

Baca juga: Dinas Pertanian Pamekasan Ajak Petani Budidaya Porang, Keuntungan Bisa Capai Rp 500 Juta Per Hektar

Baca juga: Gadis Belia Diseret Teman Pria usai Loncat dari Motor, Hendak Dirudapaksa saat Mencari Pekerjaan

Baca juga: Pemuda 16 Tahun di Ponorogo Tewas Mengapung, Motornya sempat Senggol Pohon dan Terjerembab ke Sungai

Selain harganya yang cukup tinggi, tanaman porang dimati pasar lantaran kaya manfaat untuk kesehatan.

Tanaman porang menjadi prioritas utama dari tujuan program pengembangan karena peluang bisnis cukup menjanjikan kepada para petani.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Sampang, Suyono mengatakan, pengembangan program tanaman porang masing-masing petani akan diberikan bibit atau umbi dari tanaman tersebut.

Nilai anggaran masing-masing petani atau kelompok yang mengembangkan tanaman porang sebanyak Rp. 25 juta melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2021.

“Nanti masing-masing kelompok akan diberikan barangnya atau bibit tanaman porang,” tambahnya.

Baca juga: Tak Banyak Warga yang Mau Periksakan Diri saat Punya Gejala Awal Covid-19, Padahal Berdampak Serius

Baca juga: Warga Bangkalan Ancam Tutup Perumahan di Desa Gili Timur Kamal, Tuntut Pengembang Buat Selokan

Dijelaskan, pengembangan tanaman Porang di Kabupaten Sampang sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir dan terus dilakukan pengembangan ke seluruh wilayah di Kota Bahari.

Menurutnya, proses budidaya dari tanaman itu cukup mudah dan gampang karena tanaman Porang cocok dikembangkan di wilayah Madura khususnya Sampang.

Kendati demikian, jenis tanaman tersebut memiliki batas waktu panen yang cukup lama.

"Agar tanaman Porang bisa di panen secara sempurna harus membutuhkan waktu selama tiga tahun," jelasnya.

Maka dari itu, Suyono menyarankan agar para petani tidak menanam Porang di sawah atau tempat yang memiliki produktivitas tinggi.

"Mudah-mudahan tanaman Porang bisa dikembangkan di Sampang karena selain harga dari umbi tanaman itu juga mahal, bibitnya atau pupil dari tanaman Porang harga jualnya juga relatif mahal," pungkasnya.

Baca juga: Kabupaten Ponorogo Buka Rekrutmen CPNS 2021 dan PPPK 2021, Formasi Guru Paling Banyak Dibuka

Baca juga: Aturan PPKM di Surabaya Makin Diperketat, Tak Ada Sosialisasi, Pelanggar Langsung Diberi Sanksi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved