Breaking News:

Berita Malang

Tak Banyak Warga yang Mau Periksakan Diri saat Punya Gejala Awal Covid-19, Padahal Berdampak Serius

Tidak sedikit masyarakat yang mau menyadari dan segera memeriksakan diri saat bergejala awal.

TRIBUNMADURA.COM/BENNI INDO
Pedagang Kaki Lima di Alun-alun Kota Batu menjalani rapid test antibodi yang dilaksanakan oleh Pemkot Batu, Minggu (27/12/2020). 

Reporter: Benni Indo | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, BATU – Direktur RS Karsa Husada Kota Batu, dr Tries Anggraini mengemukakan, pasien Covid-19 yang datang ke rumah sakit kebanyakan dalam kondisi sedang dan berat.

Akibatnya, penanganan medis untuk pasien Covid-19 lebih berat dan potensi kematian lebih besar.

dr Tries Anggraini menuturkan, tidak sedikit masyarakat yang mau menyadari dan segera memeriksakan diri saat bergejala awal.

Mereka baru mau datang ke rumah sakit saat kondisinya sedang maupun berat.

Baca juga: Warga Bangkalan Ancam Tutup Perumahan di Desa Gili Timur Kamal, Tuntut Pengembang Buat Selokan

Baca juga: Lokasi Balap Liar di Kota Blitar Dibubarkan Polisi, Amankan 52 Pengendara Motor, Pelaku Dapat Sanksi

Baca juga: Janji Manis si Penjual Pisang Ajak Siswi SMP Berhubungan Suami Istri, Padahal Baru Pacaran 2 Bulan

Dalam sehari, ada dua hingga lima orang yang masuk terkonfirmasi positif Covid-19.

Dalam kondisi seperti itu, pengobatan yang diberikan pun beragam.

Bahkan ada yang harus disuntik dengan obat berharga mahal, yakni Rp 6 juta sekali suntik.

Sementara satu orang bisa mendapatkan 10 suntikan sehingga jika ditotal biayanya mencapai Rp 60 juta.

Hal tersebutlah yang dikatakan Tries menjadi penyebab bahwa biaya pengobatan pasien Covid-19 sangat mahal.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved