Penanganan Covid di Bangkalan

Jurnalis Masuk Prioritas Vaksinasi, Wartawan di Bangkalan: Masih Ada Nakes yang Belum Dapat Vaksin

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai jurnalis termasuk pemberi layanan publik beresiko tinggi terpapar Covid-19.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
Istimewa
Wartawan Foto Radar Madura di Bangkalan, Vivin Agustin Hartono (26) mengapresiasi kebijakan Khofifah Indar Parawansa atas kebijakan memasukkan profesi jurnalis untuk mendapatkan suntikan Vaksin Covid-19. 

Reporter: Ahmad Faisol l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai jurnalis termasuk pemberi layanan publik beresiko tinggi terpapar Covid-19.

Karena itu, bersama TNI/Polri dan guru, vaksinasi terhadap para 'kuli tinta' akan dilaksanakan pada tahap kedua.

Wartawan Foto Radar Madura di Bangkalan, Vivin Agustin Hartono (26) mengapresiasi kebijakan Khofifah Indar Parawansa atas kebijakan  memasukkan profesi jurnalis untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

"Itu bentuk apresiasi, perhatian  Ibu Gubernur kepada profesi kita. Namun masih ada nakes (tenaga kesehatan) dan masyarakat yang belum mendapatkan vaksin," ungkap Vivin Agustin Hartono kepada TribunMadura.com, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: 9 Pemilik Shio Kurang Beruntung Kamis 11 Februari 2021, Hati-hati Penipuan dan Gangguan Kesehatan

Baca juga: BEGAL SADIS LUMAJANG yang Lukai Korbannya Pakai Celurit Ditembak Polisi, Satu Pelaku Perempuan Buron

Baca juga: BREAKING NEWS - Mahasiswa IAIN Madura Kepung Kantor Rektor, Pertanyakan Pengadaan Mobil Kendaraan

Baca juga: Polisi Tembak Begal yang Libatkan Perempuan untuk Memancing Korban di Lumajang Utara, 7 Bulan Buron

Bagi Vivin Agustin Hartono, profesi jurnalis dan wartawan foto tidak bisa hanya berdiam diri di rumah di tengah mewabahnya Covid-19.

Meskipun pemerintah telah  menganjurkan tentang kerja dari rumah atau work from home selama pandemi ini.

Dilema antara tuntutan profesi  dan beban psikologis selalu membayangi dara kelahiran 1995 itu ketika berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Jurnalis merupakan kelompok rentan karena tuntutan, berjibaku mengabarkan fakta dan kondisi di lapangan ke publik," jelas bungsu dari dua bersaudara itu.

Menurut Vivin Agustin Hartono, sebenarnya sah-sah saja profesi jurnalis mendapatkan suntikan Vaksin Covid-19 karena memang menjadi hak setiap warga negara.

"Tetapi belum etis saja kalau rekan jurnalis dapat vaksin duluan. Mengingat jumlah vaksin masih minim atau langka," pungkas Sarjana Fisib Prodi Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura itu.

Kepastian vaksinasi jurnalis ditegaskan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  dalam tinjauan vaksinasi tenaga kesehatan di RSUD Syamrabu Bangkalan dan Puskesmas Kota, Senin (8/2/2021).

"Ada juga nantinya pedagang di pasar. Jadi masing-masing menjadi prioritas, prioritas 1a, 1b, dan prioritas 1c," tutur Khofifah di hadapan Bupati Bangkalan dan para pejabat RSUD Syamrabu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo menegaskan, profesi jurnalis berada di nomor satu karena termasuk layanan publik beresiko tinggi terpapar Covid-19.

"Lanjut ke TNI/Polri, Satpol PP, dan guru. Kami akan 'sapu' semua di tahap pertama untuk umum," tegas Sudiyo usai gelar Vaksinasi Dosis Kedua untuk Forkopimda Bangkalan di Pendapa Agung, Rabu (10/2/2021).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved