Breaking News:

Berita Malang

Masyarakat Kota Malang Dipersilakan Beri Kritikan Wali Kota Sutiaji di Medsos dengan Hashtag #AjorJi

Masyarakat Kota Malang banyak memberikan kritikan terutama di media sosial dengan hastag AjorJi #AjorJi

TRIBUNMADURA.COM/M RIFKY EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji menilai, masyarakat Kota Malang aktif dalam memberikan kritikan kepada kinerja pemerintah daerah maupun kepala daerah.

Sutiaji menyebut, masyarakat Kota Malang banyak memberikan kritikan terutama di media sosial dengan hastag AjorJi #AjorJi

"Dengan hastag AjorJi itu justru menandakan warga malang orangnya kritis," kata Sutiaji, Senin (15/2).

Baca juga: Baru Keluar dari Penjara, Warga Lumajang Kembali Ditangkap Polisi, Masa Lalu Suram Terungkap

Baca juga: Rumah Sakit di Surabaya Dilarang Tolak Warga yang Sakit, Diminta Terbuka Jika Kamar dan Bed Penuh

Baca juga: Dalam Waktu Dekat, Kota Malang Berlakukan e-Tilang, Ada 6 Titik Prioritas Pemasangan CCTV

"Saya tidak merasa bahwa mereka musuh kita. Justru ini merupakan bentuk dukungan," ucapnya.

Pria kelahiran Lamongan itu menganggap, kritikan dengan hastag Ajorji tersebut merupakan suara dari Tuhan untuk membangun dirinya agar lebih baik lagi.

Kritikan tersebut, kata dia, juga harus bisa membangun dan sportif.

Artinya jangan mengkritik saja kalau ada kekurangan, namun harus ada pujian ketika ada prestasi yang telah di raih.

"Kalau bagi saya prinsip hidup saya soal hastag Ajorji itu berarti Tuhan telah menguasakan itu. Jadi saya anggap itu suara Tuhan," terangnya.

Lebih jauh lagi dia menyampaikan, kritikan tersebut harus dilihat dengan jelas alur kronologinya.

Baca juga: Pelantikan Bupati dan Wali Kota Terpilih di Jawa Timur Ditunda, Begini Penjelasan Pemprov Jatim

Jangan sampai kritikan tersebut disampaikan tidak jelas seperti yang Sutiaji rasakan beberapa tahun silam, saat banyak jalan berlubang di Kota Malang.

"Dulu itu pernah ada foto jalan berlubang di cropping dan digabungkan jadi satu," ungkap dia.

"Padahal jelas itu bukan di daerah kami. Ya yang seperti itu tolong jangan diulang kembali," tandasnya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved