Breaking News:

Berita Internasional

Demi Uang, Suami Tega Dorong Istrinya yang Hamil Tua ke Jurang Hingga Tewas, Sempat Selfie 3 Jam

Seorang suami tega membunuh istrinya yang sedang hamil demi uang asuransi. Suami sempat mengajak istrinya untuk selfie di pinggir jurang.

Editor: Aqwamit Torik
NEWSFLASH VIA MIRROR
Suami bunuh istri demi dapatkan uang asuransi, Hakan Aysal membantah membunuh istrinya Semra Aysal dan anak mereka yang belum lahir. 

Hakan beralasan, "Saya tidak banyak memeriksa kebijakannya. Bankir mengatur dokumennya. Saya hanya membawanya ke istri saya untuk ditandatangani. Saya tidak tahu ada artikel seperti itu."

Dia membantah bertanggung jawab atas kematiannya, dengan mengatakan: "Setelah mengambil foto, istri saya meletakkan ponsel di tasnya.

"Kemudian dia meminta saya untuk memberikan telepon kepadanya. Saya bangun dan kemudian mendengar istri saya berteriak di belakang saya ketika saya berjalan beberapa langkah untuk mengambil telepon dari tasnya."

"Ketika saya berbalik, dia tidak ada di sana. Saya tidak melakukannya."

"Saya tidak mendorong istriku."

Polisi masih melanjutkan investigasi atas kasus ini.

Baru Semenit Ciuman, Suami Dorong Istri ke Jurang demi Duit Asuransi: Tak Disangka Istri Selamat

Modus dan motif yang sama juga pernah dilakukan seorang suami di Thailand.

Sang suami pura-pura mencium istrinya dengan penuh gairah di tepi sebuah jurang.

Namun, semenit kemudian, sang suami dengan tangan dingin, mendorong istrinya masuk jurang.

Anh Du, nama suami kejam ini, mengira istrinya, Vuong, sudah tewas saat ia mendorong di Taman Nasional Pha Taem, Thailand.

Pembunuhan yang direncanakan Du terhadap istrinya, yang saat kejadian, hamil 3 bulan, semata-mata demi uang asuransi yang dibeli Du buat istrinya.

Pada awal pekan ini, Du, yang tinggal di Provinsi Jiangsu, China, dijatuhi hukuman seumur hidup, seperti dikutip eva,vn, Jumat (18/9/2020).

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Juni 2019 saat pasangan ini berlibur di Thailand.

()Polisi menunjukkan jurang lokasi tempat Du sengaja mendorong istrinya, Vuong, agar mendapatkan klaim uang asuransi. Peristiwa ini terjadi di Taman Nasional Pha Taem, Thailand, Juni 2019 silam. (EVA.VN)

Berikut kronologis lengkapnya.

Pada Juni 2019, Du mengajak istrinya, Vuong, melakukan perjalanan di Taman Nasional Pha Taem, Thailand untuk mendaki gunung.

()Tim SAR saat mengevakuasi Vuong dari jurang. Vuong selamat karena tersangkut di pohon. (EVA.VN)

Du telah menyuruh istrinya untuk tidak membawa telepon seluler.

Dalam perjalanan, sang suami selalu dimanjakan dan perhatiannya saat mengajak istrinya melihat-lihat mural orang zaman dulu.

()Pasangan suami istri, Du dan Vuong. Vuong tak menyangka suaminya bisa berlaku kejam kepadanya. (EVA.VN)

Pasangan itu, setelah menyelesaikan turnya, mengikuti jalan setapak ke tepi jurang.

Sang istri tidak tahu bahwa di sinilah peristiwa besar terjadi dalam hidupnya.

Berdiri di tepi jurang, Du memeluk istrinya dari belakang, membelai bayinya yang berusia 3 bulan di dalam rahim, dan mencium istrinya dengan mesra.

Kemudian, pria ini tanpa belas kasihan mendorong istrinya ke dalam jurang dan berteriak: "Mati kamu!".

Tidak segera meninggalkan tempat kejadian, Du masih berdiri di ambang mendengarkan keheningan di bawah selama sekitar 40 menit, memastikan bahwa istrinya telah meninggal.

Mengira misinya telah berhasil, Du meninggalkan lokasi pembunuhan kejinya.

Ia tidak menyangka bahwa istrinya, saat terjatuh dari tebing, terjerat di dahan pohon, sehingga menyelamatkan nyawanya.

Meski begitu, seluruh tubuh Vuong penuh luka parah.

Janinnya tidak bisa diselamatkan.

Bukannya ketakutan karena perbuatan jahatnya bisa terbongkar, Du membuat skenario lain atas gagalnya rencana membunuh istrinya sendiri.

()Kemesraan palsu Du kepada istrinya Vuong. Saat mendorong istrinya masuk jurang, Du berciuman dengan istrinya, namun semenit kemudian ia mendorong istrinya ke jurang. (EVA.VN)

Ia mengatakan istrinya terjatuh ke jurang atas kecerobohannya sendiri dan memaksa Vuong mengikuti cerita palsu itu.

Du mengancam Vuong saat menjenguknya di rumah sakit.

Ia mengancam akan membunuh ibu Vuong dan anak mereka bila menceritakan kejadian sebenarnya.

()Vuong dibawa dan dirawat di rumah sakit. Di rumah sakit, saat menjenguk, suaminya mengancam akan membunuh keluarga Vuong bila ia menceritakan kejadian sebenarnya. (EVA.VN)

Du lalu mengajukan gugatan cerai, meminta pembagian properti dan terus menerus mengancam istrinya.

Tak tahan diteror terus menerus dan digugat cerai, Vuong akhirnya melaporkan kejadian percobaan pembunuhan terhadap dirinya.

Setelah lebih dari setahun mengalami peristiwa traumatis, Vuong berkata: "Saya masih percaya pada cinta, cinta sejati ada di dunia ini, saya belum pernah bertemu karena saya kurang beruntung, tapi itu tidak berarti orang lain bisa. tidak bertemu. "

Saat ini, kondisi kesehatan Vuong berangsur pulih.

()Meski sudah 1 tahun lebih, namun kondisi Vuong belum sepenuhnya pulih. Kakinya masih belum bisa dipakai berjalan. (EVA.VN)

Fungsi motorik tungkai atas telah membaik hingga 80%, namun tungkai bawahnya masih membutuhkan waktu perawatan dan untuk bergerak.

Ia masih membutuhkan kruk.

()Du divonis hukuman seumur hidup atas perbuatan pembunuhan berencana terhadap istrinya, Vuong. (EVA.VN)

Akan halnya suaminya, Du, yang sudah dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan, ia mengajukan banding atas putusan tersebut.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/HR)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Demi Duit Asuransi, Suami Tega Dorong Istri yang Hamil 7 Bulan Masuk Jurang: Pura-pura Selfie

Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved