Breaking News:

Tebing Longsor di Pamekasan

Tebing Longsor Timbun Ponpes Annidhamiyah Pamekasan, Puluhan Santriwati Diungsikan ke Rumah Warga

Tebing tanah longsor menimpa srama santriwati Pondok Pesantren Annidhamiyah Kabupaten Pamekasan Madura.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Evakuasi santriwati dari asramanya yang terkena longsor tanah tebing di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (24/2/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sebanyak 25 santriwati Pondok Pesantren Annidhamiyah Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, diungsikan ke rumah warga, Rabu (24/2/2021).

Hal itu dilakukan setelah terjadi bencana tebing tanah longsor di Dusun Jepun, Desa Bindang hingga menimpa asrama santriwati Pondok Pesantren Annidhamiyah.

Puluhan santriwati itu diungsikan ke tempat yang lebih aman dan jauh dari tebing tanah.

Baca juga: Drama Ricuh Pernikahan Pria & Simpanan Digagalkan Mertua, Kepala Dihantam, Istri Hancur: Tak Sangka

Baca juga: TKW asal Madura Dipulangkan dalam Kondisi Memprihatinkan, Sempat Ditelantarkan Majikan di Arab Saudi

Baca juga: 5 Jenazah Korban Longsor di Ponpes Annidhamiyah Pamekasan Dievakuasi, Kini Dipulangkan ke Rumah Duka

Mereka yang diungsikan, adalah para santri yang berasal dari luar Pulau Madura.

Pengasuh Pondok Pesantren Annidhamiyah, KH Muhedi mengatakan, santriwati yang bermukim di asrama Ponpes tersebut ada 47 orang.

Namun, dari 47 santriwati yang bermukim di asrama itu, hanya 7 orang saja yang menjadi korban tebing tanah yang longsor.

Di antaranya, 5 santriwati meninggal dunia akibat tertimbun tanah dan reruntuhan bangunan, dan 1 orang mengalami patah tulang.

Sedangkan, 1 santriwati lainnya, dinyatakan selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Kata dia, saat ini, sebagian puluhan santriwati yang tidak terkena longsoran tanah, ada yang minta dipulangkan oleh orang tuanya karena khawatir akan terjadi longsor susulan.

Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar saat membantu mengevakuasi santriwati lainnya untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (24/2/2021).
Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar saat membantu mengevakuasi santriwati lainnya untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (24/2/2021). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Baca juga: Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur Digelar 26 Februari 2021

Baca juga: Beli Sabu dari Madura, Dua Warga Surabaya Buka Bisnis Narkoba, Layani Gratis Pakai di Lokasi

"Mereka (para orang tua santriwati) mungkin shock dengan adanya kejadian ini. Jadi mereka minta anaknya untuk dipulangkan sementara," kata KH Muhedi kepada TribunMadura.com.

Menurut KH Muhedi, santriwati yang berasal dari Jawa, tidak pihaknya pulangkan lantaran jaraknya yang terlalu jauh.

Namun, mereka diungsikan ke rumah warga setempat, dan ke kediaman pengasuh di sebelah utara Masjid Ponpes Annidhamiyah.

"Yang diungsikan ada sekitar 25 santriwati yang berasal dari luar Madura. Santriwati sisanya dibawa pulang oleh orang tuanya," pungkasnya.

Warga berkerumun melihat tiga santri yang berhasil dievakuasi oleh personel gabungan di lokasi tebing longsor Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (24/2/2021).
Warga berkerumun melihat tiga santri yang berhasil dievakuasi oleh personel gabungan di lokasi tebing longsor Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (24/2/2021). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved