Ramadan 2021
Mitos saat Bulan Ramadhan, Salah Satunya Menangis Membatalkan Puasa Ramadhan, Cek Faktanya di Sini!
Saat berpuasa, terkadang kita menemukan situasi yang membuat kita menangis dan meneteskan air mata. Lantas, apakah menangis dapat membatalkan puasa?
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM - Bulan Ramadan salah satu cara untuk mengontrol diri dari hawa nafsu dan peduli terhadap penderitaan orang miskin.
Melalui puasa, salat, dan beramal, orang bisa membersihkan pikiran dan tubuhnya.
Pada bulan Ramadhan 2021, orang-orang dilarang makan atau minum pada siang hari. Juga dilarang berhubungan seksual, merokok, dan semua perbuatan keji.
Menangis dapat membatalkan puasa adalah salah satu mitos yang selama ini beredar di masyarakat tentang bulan Ramadan.
Padahal ketika berpuasa, terkadang kita akan menemukan situasi yang membuat kita menangis dan meneteskan air mata.
Lantas, apakah menangis dapat membatalkan puasa?
Baca juga: BREAKING NEWS - 6 Kepala Daerah di Jawa Timur Resmi Dilantik di Sesi Pertama, Berikut Daftarnya
Baca juga: 6 Amalan Hari Jumat di Bulan Rajab, Salat Sunnah Setelah Salat Jumat, Kesempatan Emas Panen Pahala
Baca juga: Achmad Fauzi-Dewi Khalifah Resmi Dilantik, Komisi III DPRD Berharap Proyek Infrastruktur Dituntaskan
Baca juga: Gubernur Khofifah Sebut Partisipasi Pilkada Serentak 2020 Saat Pandemi di Jatim Capai 67,68 Persen

Dikutip dari TribunWow ( grup TribunMadura.com ), Wahid Ahmadi selaku Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah mengatakan bahwa menangis merupakan sesuatu yang mubah (boleh).
Menangis tidak ada hukumnya.
Menangis bisa disebabkan karena sedang sedih, marah, dan mungkin juga karena senang yang berlebihan.
Ia pun mengatakan bahwa ada menangis yang mulia, yaitu menangisnya orang yang takut kepada Allah SWT.
Menangisnya orang-orang yang berdosa dan meminta ampun juga merupakan menangis yang mulia.
Ia kembali menekankan bahwa menangis saat puasa tidak ada hukumnya.
Apakah Mimpi Basah Membatalkan Puasa?
Dilansir oleh TribunWow ( grup TribunMadura.com ), Wahid Ahmadi mengatakan, mimpi itu di luar kendali kita.