Berita Tuban
Pamit Pergi ke Kebun, Pria asal Tuban Ditemukan Tergantung di Gubuk Miliknya, Lehernya Terikat Tali
Kastum (54) ditemukan tewas tergantung di sebuah gubuk dengan tali tampar plastik warna kuning.
Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Reporter : Mochamad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah KS
TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Kastum (54), warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, ditemukan tewas, Minggu (28/2/2021)
Korban ditemukan tewas tergantung di sebuah gubuk di Kelurahan Gedongombo.
Sebelum meninggal, korban diketahui sempat pamit kepada istrinya untuk pergi ke kebun.
Baca juga: Akhir Mengerikan PSK Mojokerto usai Layani Pelanggan, Tewas dengan Mata sampai Mulut Keluarkan Darah
Baca juga: Bupati Achmad Fauzi Siap Kembalikan Fungsi Keraton Sumenep, Ada Perubahan Aturan Kunjungan Wisatawan
Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Malang Selatan Rencananya Melewati 4 Kecamatan Mulai Pakisaji hingga Kepanjen
Kala itu, korban pergi ke kebun dengan mengendarai sepeda motor supra nopol S 4785 FW.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri mengatakan, korban ditemukan tewas di gubuk miliknya.
Jenazah korban diketahui oleh Oga Dwi Saputra (23), warga setempat.
Saat itu, saksi menaruh curiga keberadaan motor korban, namun tidak ada orangnya.
Saksi memberanikan diri masuk ke gubuk dan melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri.
Korban tergantung menggunakan tali tampar plastik warna kuning, yang diikatkan di kuda-kuda gubuk.
"Saksi yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberitahu warga sekitar," kata dia.
"Korban juga sempat pamit ke istrinya mau ke kebun," ujar Yoan dikonfirmasi.
Baca juga: Bupati Achmad Fauzi Siap Kembalikan Fungsi Keraton Sumenep, Ada Perubahan Aturan Kunjungan Wisatawan
Baca juga: Gadis Muda asal Bandung Tewas Bersimbah Darah di Hotel Kota Kediri, Polisi Temukan Alat Kontrasepsi
Perwira pertama itu menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan tim medis, kondisi korban ada bekas jeratan tali tampar di leher dan tidak ditemukan tanda kekerasan.
Menurut keterangan dari istri korban, Kastum menderita sakit menahun.
Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut serta menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban.
"Keterangannya korban sakit menahun, jadi semacam depresi. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," pungkasnya.(nok)