Breaking News:

Berita Gresik

Camat Duduksampeyan Gresik Diberhentikan, Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Kecamatan

BKD Kabupaten Gresik resmi memberhentikan Camat Duduksampeyan, Suropadi, dari jabatannya.

capitalradio.co.ug
ilustrasi pengadilan 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Langkah tegas diambil Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

BKD Kabupaten Gresik resmi memberhentikan Camat Duduksampeyan, Suropadi, dari jabatannya.

Pemberhentian Suropadi sebagai Camat Duduksampeyan dilakukan setelah ia tersandung kasus dugaan korupsi.

Suropadi, yang kin ditetapkan sebagai tersangka itu, diduga melakukan korupsi penyalahgunaan anggaran kecamatan yang ditaksir Rp 1 miliar lebih.

Baca juga: 10 Kebijakan Strategis Eri Cahyadi - Armuji di Surabaya, APBD Sepenuhnya Kesejahteraan Masyarakat

Baca juga: Anak yang Bunuh Ayah Kandung Meninggal, Mengeluh Sakit Kepala usai Salat Subuh, Begini Kronologinya

Baca juga: Jadwal Vaksinasi Covid-19 untuk Guru di Kota Blitar Ditargetkan Rampung pada Rabu 3 Maret 2021

Kepala BKD Kabupaten Gresik, Nadlif membeberkan alasan memberhentikan Camat Duduksampeyan.

Pertama, Suropadi kini menyandang status sebagai tersangka dan penyidik Kejaksaan Negeri Gresik melakukan penahanan.

Kedua, Suropadi tidak bisa melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN), yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Suropadi untuk sementara diberhentikan sebagai Camat Duduksampeyan dan menunjuk Suyono sebagai Plt Camat Duduksampeyan merangkap Camat Cerme," kata Nadlif, Senin (1/3/2021).

Nadlif berharap agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik.

Baca juga: Ambisi Pelatih Aji Santoso Bawa Persebaya Raih Juara Piala Menpora 2021, Ingin Buat yang Terbaik

Baca juga: Perubahan Drastis Kampung Tangguh Pertama di Malang Raya, Kini Tak Seperti saat Awal Pandemi

Selain itu, lokasi Kecamatan Cerme dengan Duduksampeyan juga tidak terlalu jauh sehingga mempermudah kinerja Suyono.

Sebelumnya, Kuasa hukum Suropadi, Fajar Trilaksana Yulianto mengaku, telah mendapatkan surat pemberitahuan perpanjangan masa penahanan.

Masa penahanan 20 hari pertama Suropadi akan berakhir 6 Maret 2021.

"Kami menghormati putusan penyidik kejari," ucapnya.

Hal ini tentu membuat keinginan Suropadi menghidup udara bebas dengan status tahanan rumah sulit dikabulkan. (wil)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved