Breaking News:

Penantang Mahfud MD di Sampang

Kasus Pengancaman Mahfud MD yang Dilakukan Lora Mastur Ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim

Kasus pengancaman Menkopolhukam, Mahfud MD, yang dilakukan Turmudi alias Lora Mastur akan ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim.

Kolase ISTIMEWA dan TRIBUNMADURA.COM
Pelaku pengancaman dan Menko Polhukam, Mahfud MD 

Selepas itu, Bupati Sampang langsung menyerahkan Lora Mastur ke Polda Jatim.

"Keluarga Lora Mastur meminta agar difasilitasi untuk meminta maaf kepada Bapak Menko Polhukam Mahfud MD," kata Slamet Junaidi, Selasa (9/3/2021).

Menurut Bupati yang akrab disapa Haji Idi ini, Lora Mastur sudah menyampaikan permintaan maafnya secara lisan melalui video dan secara tertulis. 

Bahkan, permintaan maaf secara tertulis itu juga ditandatangani oleh 10 tokoh Ulama Sampang.

"Proses selanjutnya kami pasrahkan ke Polda Jatim," tutupnya.

Informasi tambahan, sebelumnya, saat pembubaran Ormas FPI akhir tahun lalu, sejumlah orang menantang dan mengancam Menko Polhukam, Mahfud MD.

Lalu Direktorat Kriminal Khusus Polda Jatim memburu para penentang dan pengancam Mahfud MD, dan telah menetapkan sejumlah tersangka. 

Salah satunya LM (40), warga Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. 

LM merupakan tersangka utama dalam rekaman video yang berisi ancaman pembunuhan terhadap Menko Polhukam, Mahfud MD.

Dalam kasus yang sama, empat warga Pasuruan, Jawa Timur, yang mengaku anggota ormas FPI, kala itu juga telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Mereka terbukti menyebar ujaran kebencian dan menebar ancaman kepada Menko Polhukam, Mahfud MD melalui media sosial. 

Keempat anggota FPI Pasuruan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni MN (37 tahun), MS (39), SH (37), dan AH (40).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved