Berita Lumajang

Tokoh Pejuang asal Lumajang Mayjend Imam Syudjai Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya

Mayjend Imam Syudjai diusulkan sebagai pahlawan nasional oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/Tony Hermawan
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memberikan sambutan dalam musyawarah nasional (munas) dan rapat kerja nasional (rakernas) Pencak Organisasi di Gedung BKD Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/3/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana mengusulkan nama Mayjend Imam Syudjai sebagai pahlawan nasional.

Mayjend Imam Syudjai, yang merupakan perintis perguruan pesilat dari Pencak Organisasi diusulkan sebagai pahlawan nasional karena dinilai menjadi tokoh pejuang Kemerdekaan Indonesia asal Kota Pisang.

“Ide atau gagasan mengusulkan Mayjend Imam Syudjai menjadi pahlawan nasional itu berdasarkan fakta sejarah yang menjadi bagian dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat menghadiri musyawarah nasional (munas) dan rapat kerja nasional (rakernas) PO di Gedung BKD Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/3/2021).

Baca juga: Gubernur Jatim Targetkan Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Syaikhona Kholil Rampung November

Baca juga: Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar Nyatakan Dukung Usulan Syaikhona Cholil Jadi Pahlawan Nasional

 Thoriqul Haq melanjutkan, agar gagasan tersebut bisa tercapai, pihaknya akan bekerja sama dengan Provinsi Jawa Timur guna mengumpulkan bukti-bukti sejarah perjuangan Mayjend Imam Sudjai pada masa itu.

“Yang berikutnya ini tidak bisa sendiri dari Kabupaten perlu dukungan dari Provinsi Jawa Timur nah berikutnya akan ada paparan kenapa ini diusulkan bersama melampirkan catatatan-catatan bukti perjuangannya,” tandasnya.

Sekilas, Mayjend Imam Syudjai lahir di Pohjerentek, Kabupaten Pasuruan, pada 25 September.

Ia yang merupakan putra keluarga dari tokoh pemuka agama Islam.

Sejak kecil dirinya sering bergaul dengan para aktifis Sarekat Islam.

Saat memasuki usia muda, Mayjend Imam Syudjai mendalami ilmu pencak silat dari Eyang Kusumo yang merupakan keluarga besarnya yang tinggal di Bandung.

Setelah belajar di sana, Mayjend Imam Syudjai kemudian melakukan pengembaraan mempelajari ilmu bela diri nusantara.

Setelah beberapa tahun mengembara, Mayjend Imam Syudjai kemudian kembali ke Lumajang.

Ia mulai aktif dalam Partai Sarekat Islam Lumajang.

Mayjend Imam Syudjai kemudian mengorganisir pemuda umtuk ikut dalam kancah pergerakan melawan Belanda.

Karena kehebatannya, Mayjend Imam Syudjai kemudian direkrut dalam suatu wadah perguruan silat bernama Pencak Organisasi.

Setelah banyak melahirkan jawara sejak tahun 1942, Mayjend Imam Syudjai kerap memimpin para pejuang dari Lumajang untuk mengusir Belanda dari Indonesia.

Pada pada 29 Januari 1953, Mayjend Imam Syudjai meninggal dunia di Lumajang karena sakit yang diderita.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved