Berita Tulungagung
Ngaku Polisi, Warga Lumajang Nipu di Kota Blitar Kena Batunya di Tulungagung: Masker Logo TNI Polri
jadi polisi gadungan, warga Lumajang beraksi melakukan penipuan di Kota Blitar, akhirnya kena batunya di Tulungagung masker logo TNI Polri jadi saksi
Penulis: David Yohanes | Editor: Mujib Anwar
Mereka yang tidak bisa bayar Rp 100.000 diminta menyerahkan ponsel sebagai jaminan.
Ada tiga remaja yang menyerahkan ponselnya, kemudian dibawa kabur oleh Adam.
“Dia hanya sekali beraksi di wilayah Tulungagung. Tapi sudah lima kali beraksi di Kota Blitar,” terang Kapolsek Rejotangan, AKP Hery Poerwanto.
Lanjut Hery, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Blitar Kota.
Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Malang Selatan, Harga Tanah di 4 Kecamatan Kabupaten Malang Diprediksi Naik
Baca juga: Bule Rusia Heran Kelakuan Warga Indonesia Malas Soal Hal Berikut, Pakai Baju Tidur Hingga Soal Mandi
Nantinya Adam juga akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di wilayah Kota Blitar.
Penyidik memastikan Adam menjalankan aksinya seorang diri.
“Mungkin nanti kalau perkaranya sudah putus di Tulungagung, dia baru akan diproses di Blitar,” tandas Hery.
Adam menilang ASY (17) dan kawan-kawannya pada Minggu (7/3/2021) pukul 03.00 WIB.
Selain itu dia juga menangkap MRP dan SPH saat akan beradu cepat di Jalan raya Desa Panjerejo.
Tiga korban ini tidak bisa membayar uang damai Rp 100.000 per orang, sehingga ponselnya disita.
Ketiga korban disuruh pulang untuk mengambil uang damai, sementara ponsel mereka dijadikan jaminan.
Untuk meyakinkan ketiga korban, Adam meminta teman ASY yang berinisial MWN untuk menemani Adam.
Namun Adam kemudian pamit dengan alasan akan membubarkan balap liar.
Namun Adam kemudian kabur dengan membawa tiga ponsel, masing-masing Poco M3, Vivo Y30 dan Realmi 5 Pro.
Berita tentang Penipuan yang Viral
Berita tentang Tulungagung yang Menarik