Breaking News:

Berita Jawa Timur

Kemensos Hentikan Santunan, Pemprov Jatim Tetap Berikan Santunan untuk Korban Meninggal Covid-19

Langkah ini diputuskan oleh Pemprov Jatim dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai santunan dari pemerintah kepada korban Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi, saat diwawancara mengenai bantuan Covid-19 Rabu (17/3/2021) 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kementerian Sosial menghentikan santunan bagi korban meninggal karena Covid-19.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) merespon hal tersebut dengan tetap memberikan santunan ke ahli waris korban meninggal akibat Covid-19.

Besaran yang diberikan adalah Rp 5 juta per orang.

Langkah ini diputuskan oleh Pemprov Jatim dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai santunan dari pemerintah kepada korban Covid-19.

Baca juga: Kronologi Adu Moncong Ambulans dengan Motor Tak Terelakkan, Pengendara Motor Tewas di Lokasi

Baca juga: INILAH Kode Redeem FF Terbaru atau Free Fire 17 Maret 2021, Tukar di Situs Resmi dan Klaim Itemnya

Baca juga: Terlatih Lacak Maling Sapi hingga Pelaku Pembunuhan, Anjing Belgian Malinois Dihibahkan ke Polisi

"Jadi setelah ada surat edaran penghentian santunan bagi korban meninggal oleh Kementerian Sosial, Pemprov Jatim Ibu Gubernur ingin meringankan beban para ahli waris korban dengan memberikan santunan sebesar Rp 5.000.000," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi, Rabu (17/3/2021).

Di Jawa Timur sendiri, data sampai dengan tanggal 4 Maret 2021, jumlah korban meninggal akibat covid-19 mencapai dari 9.212 orang. Tapi yang sudah mengajukan permohonan untuk mendapat santunan dan diproses hingga adanya penghentian santunan, ada sebanyak 2.144 orang.

"Maka kita putuskan dalam pemberian santunan ini akan kita laksanakan secara bertahap. Prioritas pertama, santunan dari Pemprov itu kita berikan pada yang sudah mengajukan permohonan, yaitu sebanyak 2.144 orang," tegas Alwi.

Untuk itu, Pemprov Jatim telah memberikan surat edaran Kepada Bupati Walikota agar segera mengusulkan nama-nama korban ahli waris akibat covid-19 dari 2.144 orang itu.

Sebenarnya Dinsos Jatim sudah memiliki datanya by name by address. Namun Pemprov Jatim ingin ada pengajun ulang.

"Jika 2.144 itu selesai tersantuni, maka kita akan melaksanakan untuk tahap selanjutnya untuk sekitar 7 ribuan lebih korban yang belum tersantuni dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah," tegas Alwi.

Artinya nanti akan dilihat apakah seluruh korban telah tersantuni semua dengan anggaran hingga akhir tahun. Jika tidak bisa selesai tahun ini maka Pemprov Jatim akan ajukan di anggaran Tahun 2022.

"Santunan ini akan menggunakan dana bantuan tidak terduga. Semua dana santunan untuk korban covid-19 ini dari APBD Pemerintah Provinsi. Tapi kalau Pemkab Pemkot mau menambahkan kita mempersilahkan," tandasnya.

(Fz/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved