Berita Sumenep
Ratusan Sekolah SD di Sumenep Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Ingatkan Protokol Kesehatan
pembelajaran tatap muka di Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumenep Madura sudah diterapkan.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah KS
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Dinas Pendidikan Sumenep menyebutkan, pembelajaran tatap muka di Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Madura, sudah diterapkan.
Dari 659 SD di Kabupaten Sumenep, sebanyak 524 SD di antaranya sudah melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh.
Sementara sisanya, yakni 135 SD itu dilakukan penerapan pembelajaran tatap muka dengan sistem shift (secara bergantian) atau tidak penuh.
Baca juga: Ciptakan Bangkalan Kabupaten Industri Perdagangan dan Jasa, Semua Pihak Diminta Sambut Para Investor
Baca juga: Pra Operasi Pekat Semeru 2021, Antisipasi Premanisme hingga Prostitusi di Pamekasan Jelang Ramadan
Baca juga: Menganggur, Pemuda asal Surabaya ini Gelap Mata Lewat Panti Asuhan, Bawa Kabur Notebook dan Ponsel
"PTM penuh itu empat jam dan secara shift hanya diberlakukan dua jam," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Ikhsan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/3/2021).
Sekolah yang diizinkan melaksanakan PTM selama 4 jam itu, katanya, yang jumlah siswanya dalam satu kelas tidak mencapai 20 orang siswa.
"Tujuannya agar selama di dalam kelas, siswa masih tetap memungkinkan untuk jaga jarak," tuturnya.
Jika sekolah yang siswanya dalam satu ruangbkelas lebih dari 20 orang, maka pelaksanaan PTM itu tidak penuh, atau dibagi menjadi dua shifh.
Dua jam untuk shifh pertama dan dua jam berikutnya untuk shifh jam ke kedua.
Moh Iksan mengatakan, PTM boleh diterapkan karena selama uji coba tidak ada kasus baru Covid-19 dari klaster sekolah.
Bahkan hal ini dilakukan sesuai ddengan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) RI.
"Itu merujuk pada surat edaran Kemendikbud," jelasnya.
Baca juga: Daging Kerbau Lebih Sehat Dibandingkan Daging Sapi, Begini Kata Profesor Universitas Brawijaya
Baca juga: Digerebek Polda Jatim Karena Kasus Prostitusi, Karaoke Next KTV Blitar Disarankan Tutup Sementara
Dari itulah pihaknya berharap, situasi Covid-19 di Kabupaten Sumenep terus terkendali sehingga PTM dapat berlangsung sebagai mestinya.
Moh. Iksan meminta agar sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.
"Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada laporan ada siswa, guru, atau wali siswa yang terkonfirmasi Covid-19," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/plt-kepala-dinas-pendidikan-sumenep-moh-ikhsan.jpg)