Breaking News:

Berita Sampang

Penggerebekan Aksi Balap Liar di Sampang Berlangsung Dramatis, Motor Pelaku Terjebak Dalam Lumpur

Aksi pembubaran balap liar atau dikenal trek-trekan di Jalan Raya Desa Astapah Kabupaten Sampang berjalan cukup dramatis.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Para pelaku trek-trekan terjebak di lumpur saat hendak melarikan diri dari kejaran petugas Satlantas Polres Sampang. 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Aksi balap liar atau dikenal trek-trekan marak terjadi di Jalan Raya Desa Astapah, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura.

Pada akhir pekan lalu, Satlantas Polres Sampang berhasil mengamankan 10 kendaraan milik pelaku trek-trekan.

Aksi penggerebekannya berjalan cukup dramatis.

Baca juga: Logan Lee Peluk Shim Su Ryeon yang Menyamar, Rating The Penthouse 2 Episode 10 Catat Rekor Lagi

Baca juga: Stok Beras di Jawa Timur Surplus hingga Akhir Mei 2021, Gubernur Pastikan Tak Butuh Beras Impor

Kasatlantas Polres Sampang, AKP Ayip Rizal mencertiakan, para pelaku trek-trekan berhamburan untuk melarikan diri dari hadangan pihak kepolisian.

Bahkan, sejumlah pelaku melarikan ke area persawahan, sehingga kendaraan yang ditunggangi terpelosok ke dalam kubangan lumpur.

"Kami amankan semua kendaraan milik pelaku, mulai yang diamankan di jalan raya maupun di area persawahan, jumlahnya ada 10 kendaraan," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (22/3/2021).

Dijelaskan, sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat setempat jika di lokasi sering dijadikan ajang trek-trekan dan meresahkan warga.

Sehingga, pihaknya menyiapkan strategi dalam penggrebekan dengan berpakaian preman, termasuk kendaraan yang digunakan saat menuju ke lokasi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Indar Parawansa Perpanjang Lagi PPKM Mikro di Jawa Timur hingga 5 April 2021 

"Kami tidak ingin para pelaku mengetahui kehadiran petugas, jadi perlu strategi khusus," terangnya.

Lebih lanjut, sebagai efek jera terhadap para pelaku trek-trekan, pihaknya mengamankan kendaraan hingga tiga bulan lamanya.

"Kalau belum lewat tiga bulan, kami tidak akan mengeluarkan kendaraannya," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved