Berita Gresik
Pesan Mensos Bu Risma untuk Bupati Gresik Soal Tingkat Kemiskinan yang Tinggi di Gresik
Menanggapi hal itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan pesan kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani agar tak berkecil hati.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Aqwamit Torik
Reporter: Willy Abraham | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Angka kemiskinan yang cukup tinggi dialami Kabupaten Gresik
Menanggapi hal itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan pesan kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani agar tak berkecil hati.
Berdasarkan data, angka kemiskinan di Gresik tahun 2020 berada di angka 12,40 persen.
Lebih tinggi dibanding rata-rata angka kemiskinan di Jawa Timur sebesar 11,09 persen.
Baca juga: Kode Redeem FF Terbaru 27 Maret 2021, Tukar Sebelum Nonaktif, Cek juga Event Menarik Free Fire
Baca juga: Diduga ada Konflik, Ara Bocah Hilang Surabaya Ternyata Dibawa Budenya Sendiri ke Pasuruan, Motifnya?
Baca juga: Indonesia Terancam Kembali Lalui Ramadan di Tengah Pandemi, MUI Jatim Tunggu Keputusan Pemerintah
"Secara pribadi saya ngomong kamu tidak perlu berkecil hati.
Yang penting benar-benar ditangani.
Kalau kita berpura-pura terus ternyata ada saja kan tidak ada gunanya," kata Risma di Pendopo dan Rumah Dinas Bupati Gresik, Sabtu (27/3/2021).
Risma mengatakan jika memang fakta di lapangan kemiskinan masih tinggi harus benar-benar didata. Sehingga penanganan kemiskinan mulai dari bantuan sosial dan pemberdayaan bisa lebih efektif.
"Tidak apa-apa, saya malah dulu awal jadi Wali Kota data saya tambah.
Saya masuk dari 9 persen malah saya naikkan kalau tidak salah menjadi 34 persen.
Saya tidak malu kalau realitasnya begitu kenapa harus malu daripada tidak bisa menangani," papar Risma kepada awak media.
"Kalau pura-pura berapa, terus ternyata masih banyak, kenapa harus malu.
Betul-betul coba silahkan cek data di Surabaya, saya naikkan jadi 34 persen dari 9 persen, setelah itu saya bisa menangani sekarang tinggal sedikit sekitar 5 persen. Karena kalau tidak, akan berpura-pura. Sekali lagi, kita ngomongnya jangan data, kita ngomong realitas untuk penanganannya," tambahnya lagi.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengatakan kedatangan Menteri Sosial ke Gresik selain membahas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) juga mendapat arahan.