Breaking News:

Berita Malang

Pemkot Malang Ancam Bongkar Reklame Ilegal di Monumen Pesawat, Beri Waktu Sepekan ke Pemasang

Pemkot Malang mengancam akan melakukan pembongkaran reklame di Monumen Pesawat Jalan Soekarno Hatta.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Monumen Pesawat di ruas Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (7/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemkot Malang mengancam akan melakukan pembongkaran terhadap reklame yang sudah dibangun di Monumen Pesawat Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang

Ancaman itu diberikan Pemkot Malang kepada pemasang reklame karena memasang papan reklame di Monumen Pesawat namun belum memiliki izin.

"Saya berikan waktu satu minggu untuk selesaikan IMB," kata Kepala Pjs Sekda Kota Malang, Hadi Santoso.

"Kalau tidak, nanti pasti kita tindak, dengan bongkar itu. reklame," ucap dia.

Baca juga: Monumen Pesawat Jalan Soekarno Hatta Kota Malang Dipasang Iklan Rokok, Satpol PP Cek Izin Pemasangan

Baca juga: Daftar Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes April 2021, Pemilik Grup Djarum Tak Terbendung

Baca juga: Video Becak Bergoyang di Pinggir Jalan, Ada Kepala Wanita Maju Mundur, Tukang Becak Bersihkan Celana

Soni, sapaan karib Hadi Santoso mengatakan, berkaitan dengan kasus ini pihaknya masih melakukan kajian berkaitan dengan aturan yang telah ditetapkan.

Pasalnya, sesuai dengan Peraturan Wali Kota Malang Nomor 27 Tahun 2015 pasal 38 menyebutkan, Monumen Pesawat yang berada di Jalan Soekarno Hatta dilarang untuk dipasangi papan reklame.

Sedangkan di Perda RDTRK Nomor 5 Tahun 2015 Kota Malang, Soni mengatakan, Monumen Pesawat merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dua, yang artinya RTH bersyarat.

"RTH yang bersyarat, yaitu boleh digunakan maksimum 15 persen dari luasan monumen. Sehingga boleh digunakan untuk iklan, untuk reklame," kata dia.

"Lah sekarang memang masih saya cari IMB nya prosesnya sampai seberapa, kalau belum ya sudah nanti dihentikan dulu," terangnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Lowongan Kerja Ratusan Sopir untuk Bus Baru, Utamakan Pelamar Sopir Angkot

Baca juga: Masjid Al Akbar Surabaya Buka Pelaksanaan Salat Tarawih Berjemaah, Jumlah Jemaah Dibatasi 25 Persen

Soni mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kota Malang dan Disnaker-PMPTSP Kota Malang untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Pihaknya juga memerintahkan, agar menutup sementara papan reklame tersebut sampai selesainya terbit Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

"Saya minta supaya tidak dioperasionalkan dulu sampai nanti IMB-nya harus terbit. Kapan IMB terbit, saya beri batasan waktu satu minggu," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved