Berita Bangkalan
Waspada Hoax Soal Gempa Susulan, Sempat Jadi Perbincangan Warga Bangkalan, BPBD Beri Penjelasan
Bahkan, informasi gempa susulan disampaikan dengan menyertakan tulisan, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Juanda, dipastikan hoax
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
Reporter: Ahmad Faisol| Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Gempa bumi yang mengguncang Malang, terasa hingga di pulau Madura, salah satunya adalah dari Bangkalan.
Gempa berkekuatan 6,7 SR ini menjadi perbincangan warga di Bangkalan.
Seperti yang disampaikan Ny Nur Hayati (50), warga Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota.
"Ketika berjalan ke dapur dari teras rumah, saya merasakan getaran. Langkah seperti lunglai," ungkapnya kepada Surya (TribunMadura.com network ).
Beberapa jam setelah gempa, banyak beredar informasi di sejumlah grup media sosial bahwa gempa susulan akan kembali terjadi.
Baca juga: Nestapa Kadelan Melihat Rumahnya Hancur Karena Gempa, Baru Dibangun, Hasil dari Kerja di Brunei
Baca juga: Dibanding Ronaldo, Paulo Dybala adalah Aset Masa Depan Juventus, Jangan Dijual Meski Negosiasi Alot
Bahkan, informasi gempa susulan disampaikan dengan menyertakan tulisan, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Juanda.
"Disampaikan kepada seluruh masyarakat utl tetap berhati2. Diperkirakan akan terjadi Gempa Susulan sampai dengan nanti malam,,, BMKG sudah mendapatkan Titik Rawan Gempa,,,,, BMKG JUANDA"
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris memastikan bahwa informasi gempa susulan adalah tidak benar.
"Informasi itu hoaks," ungkap Rizal Morris kepada Surya ( TribunMadura.com network ).
Dalam siaran pers BPBD Kabupaten Bangkalan, gempa tektonik terjadi pada pukul 14.00.16 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa.
Rizal menjelaskan, hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M=6,7 kemudian diupdate menjadi magnitudo Mw=6,1.
"Tidak berpotensi terjadinya tsunami. Getaran terasa hingga ke Kabupaten Bangkalan namun tidak ada korban jiwa atau kerusakan gedung," jelasnya.
Dampak gempa bumi, lanjutnya, dirasakan di Kabupaten Bangkalan II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hasil analisis BMKG menyebutkan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km.