Breaking News:

Gempa di Malang

WASPADA Jangan Share Info Sembarangan, Polisi Siber Polda Jatim Patroli, Sisir Hoax di Internet

Polisi siber Polda Jatim langsung melakukan patroli dunia maya. Patroli itu dilakukan pasca guncangan gempa di Malang yang terasa di Jawa Timur

Tangkapan layar Twitter BMKG
Gempa terjadi di wilayah Kabupaten Malang, namun wilayah Surabaya dan sekitarnya juga terasa 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Polisi siber Polda Jatim langsung melakukan patroli dunia maya.

Patroli itu dilakukan pasca guncangan gempa di Malang yang terasa di hampir seluruh Jawa Timur. 

Patroli siber dilakukan untuk mencegah dan menangkal keisengan atau pihak yang bertanggung jawab menyebarkan konten-konten tidak benar atau hoax terkait peristiwa alam tersebut.

Baca juga: Nestapa Kadelan Melihat Rumahnya Hancur Karena Gempa, Baru Dibangun, Hasil dari Kerja di Brunei

Baca juga: Katalog Promo JSM Indomaret Hingga 11 April 2021, Promo Gratis Hingga Promo Non Tunai

Baca juga: Waspada Hoax Soal Gempa Susulan, Sempat Jadi Perbincangan Warga Bangkalan, BPBD Beri Penjelasan

Sebab beberapa saat setelah gempa terjadi, banyak video dan foto yang menggambarkan suasana panik dan kerusakan bangunan tersebar bebas di media sosial dan jejaring WhatsApp

Akurasi foto atau video yang tersebar benar atau tidaknya sebaran foto dan video itu tak menutup kemungkinan membuat cemas bagi yang melihat. 

Namun bisa pula kejadian yang tak berhubungan dengan gempa Malang dan sengaja diedit orang tak bertanggung jawab untuk keisengan, agar masyarakat panik, atau berharap memperoleh keuntungan.

“Setelah ada informasi gempa di Malang yang dirasakan hampir di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, kami langsung melakukan patroli siber untuk menelusuri bilamana ada akun-akun yang menyebarkan konten-konten yang tidak benar atau hoax,” kata Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Sabtu, (10/4/2021). 

Oleh sebab itu, Kombes Farman mengimbau kepada masyarakat agar mengkonfirmasi terlebih dahulu ketika menerima atau mendapatkan foto dan video yang dinarasikan pengirim sebagai gambaran visual Gempa Malang

Jika kemudian konten itu ternyata diketahui tidak benar, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkannya lebih luas. 

“Gunakan medsos secara bijak, saring terlebih dahulu sebelum sharing," imbaunya.

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved