Berita Kediri

Lagi Bersihkan Sekitar Sungai, Warga Kediri Malah Tak Sengaja Temukan Benda Langka Zaman Purbakala

Benda langka itu ditemukan warga Kabupaten Kediri saat sedang membersihkan sekitaran sungai Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan.

TRIBUNMADURA.COM/Farid Mukarrom
Sungai di Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Selasa (13/4/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Warga Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, tak menyangka akan menemukan benda langka.

Benda langka itu ditemukan warga saat sedang membersihkan sekitaran sungai Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan.

Warga setempat, Cahyo Umar Guritno (56) mengatakan, saat itu ia berniat membersihkan sekitaran sungai.

Namun, tak sengaja, ia malah menemukan benda langka berupa objek cagar budaya purbakala.

"Waktu itu saya sedang bersihkan sungai, di sisi sebelah barat, dan tak sengaja temukan batu, setelah diangkat itu seperti benda kuno," ujarnya, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Kisah Kiai Madura Sukur, Diusir Mertua dari Rumahnya, Kini Digugat Cerai Istri setelah Buatkan Rumah

Baca juga: Kisah Imam Masjid di Malang Meninggal Dunia saat Jadi Imam Salat, Padahal Sebelumnya Tampak Sehat

Baca juga: Polres Pamekasan Musnahkan 800 Botol Miras Berbagai Merek Hasil Operasi Pekat pada Awal Ramadan 2021

Benda cagar budaya purbakala yang ditemukan warga di Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Selasa (13/4/2021).
Benda cagar budaya purbakala yang ditemukan warga di Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Selasa (13/4/2021). (TRIBUNMADURA.COM/Farid Mukarrom)

Tak hanya temukan Kala, Yoyok, sapaan karib Cahyo Umar Guritno mengatakan, sekitar 200 meter dari lokasi penemuan, ia juga temukan benda balok batu kuno.

“Balok-balok batu dan lumpang batu ini ditemukan warga saat menggali jamban,” imbuhnya.

Sementara itu, informasi penemuan benda purbakala ini juga sudah diketahui oleh Komunitas Pasak Kadhiri (komunitas penyelamat dan pemerhati sejarah budaya).

Afifudin, anggota Pasak Kediri mengatakan, temuan kepala kala yang ditemukan di Desa Klanderan ini dipahatkan pada batu andesit berbentuk persegi panjang.

"Kala ini digambarkan dengan tanpa rahang bawah, kedua bola mata terukir bulat melotot," jelasnya kepada SURYA.co.id ( grup TribunMadura.com ).

"Kemudian kedua telapak tangan mengapit pipi dan telinga dengan mengacungkan dua jari sedangkan hidungnya terukir menonjol dengan guratan-guratan diatasnya," ujarnya.

Baca juga: Bupati Sumenep Imbau Tempat Rekreasi dan Hiburan Tak Beroperasi Selama Ramadan 2021, Ini Sebabnya

Sementara itu Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priatno mengatakan, kepala kala dapat ditemukan tepat berada diambang pintu sebuah candi.

"Dari hasil pengukuran, panjang Kepala Kala berukuran 60 sentimeter, lebar 23 senti meter, tinggi 26 sentimeter, dan tebal 13 sentimeter," ujarnya.

“Dari gaya pahatannya, kepala kala ini identik seperti gaya pada periode Jawa Tengahan,” sambung Eko Priatno.

Menurut Eko Priatno, pihaknya akan akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur dan pihak desa Klanderan.

"Untuk mengetahui keaslian temuan tersebut pihaknya perlu melihat material yang digunakan serta bidang pahatnya. Insyaallah besok kami akan meninjau ke lokasi,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved