Berita Pamekasan

Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses asal Madura Uswatun Hasanah, Modal Gadai Tanah hingga Omzet Rp2 M

Bisnis Uswatun Hasanah yang diberinama Duta Grosir bermodal awal Rp 25 juta dari hasil menggadaikan tanah di kampung halaman.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
dok pribadi
Pengusaha sukses asal Madura, Uswatun Hasanah dan M Fadli Ready 

Ia mengaku, Duta Grosir sebenarnya merupakan bisnis ketiga yang dijalaninya.

Baca juga: Syarat Naik Kereta Api Diperketat Sejak Ada Larangan Mudik Lebaran 2021, Simak Ketentuannya di Sini

"Jadi awalnya saya dan suami buka bisnis makanan. Lalu, kami coba beralih jadi suplier dimsum," ucap wanita yang sudah pindah ke Jakarta sejak 2012 lalu itu.

"Semua alhamdulillah berhasil. Kami kemudian pindah ke bisnis pakaian," lanjut dia.

Wanita berusia 27 tahun ini mengungkapkan, modal awal membuka Duta Grosir dari hasil menggadaikan tanah di kampung halamannya.

Uang itu lantas digunakannya membuka bisnis Duta Grosir dengan jumlah karyawan sebanyak enam orang.

"Alhamdulillah banyak peminat. Sekarang kami punya karyawan tetap 25 orang. Kami juga bersiap ekspansi bisnis ke Madura," tutur dia.

"Saya dan suami juga bisa bangun rumah sendiri di Bekasi," tambahnya.

Tidak seperti online shop pada umumnya, bisnis lulusan SMAN 3 Pamekasan itu memanfaatkan fitur live untuk menggaet para pembeli.

Cara itu dianggap efektif dibanding menjual produk dengan hanya menyertakan foto di beranda Facebook.

"Awalnya dulu sempat upload foto saja, tapi sepi peminat karena waktu itu gambarnya juga jelek," kata dia.

"Lalu saya lihat ada yang live. Dari situ saya coba dan ternyata peminatnya banyak," ujarnya.

Kendati terbilang sukses, bisnis fesyen Uswatun Hasanah tidak selalu berjalan mulus.

Ia mengungkapkan, ada banyak kesulitan yang dihadapi, terutama bertahan di antara ketatnya persaingan bisnis fesyen.

"Persaingan dunia fesyen itu ketat sekali. Kami harus punya ciri sendiri agar klien selalu ingat," ungkap dia.

"Kami juga dituntut mencari design pakaian sendiri dan mengikuti tren," lanjutnya.

"Kadang kerja 1 x 24 jam itu kurang. Dari sini kami baru sadar, bisnis bukan cuma masalah uang, tapi juga mental yang kuat," tambah dia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved