Breaking News:

Berita Madura

Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Bupati Sumenep akan Gandeng Toko Modern Bermitra dengan UMKM

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan sektor UMKM.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Selasa (9/3/2021). 

Reporter: Ali Hafidz Syahbana I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna menggerakan perekonomian lokal.

Sebab katanya, mengembangkan UMKM lokal ditengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini memang menjadi perhatian pemerintah.

Dalam waktu dekat ini, Achmad Fauzi mengaku pihaknya sedang menyusun regulasi yang akan dapat mengakomodir pengembangan UMKM lokal.

Salah satunya terkait dengan keberadaan toko modern yang ada di Sumenep bisa mendorong agar UMKM lokal bisa ikut terangkat.

Baca juga: Polres Sampang Mulai Melakukan Penyekatan Wilayah Agar Masyarakat Patuhi Larangan Mudik

Baca juga: Nelayan Desa Tanjung Pamekasan Tolak Adanya Rencana Pengeboran MIGAS, Dirikan Posko untuk Antisipasi

"Dari itulah, pertama nanti kita undang semua toko modern di Sumenep dan membentuk sebuah paguyuban. Nah, melalui paguyuban ini bisa mempermudah pemerintah komunikasi," kata Achmad Fauzi pada TribunMadura.com, Senin (26/4/2021).

Kedua, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini mengatakan, atas nama pemerintah meminta pada toko modern tersebut agar display produk UMKM bisa masuk dalam toko modern.

"Dan kami nanti juga mempersiapkan yang terbaik untuk produk-produk UMKM, agar layak display," katanya.

Untuk yang ke tiga kata Ketua DPC PDI Perjuangan ini, pihaknya juga meminta pada mereka agar didepan parkiran di setiap toko modern itu memberikan izin bagi pedagang UMKM berjualan sesuai produk lokal.

Baca juga: Larangan Mudik 2021, Dinas Kesehatan Kota Malang Siapkan 3.000 Swab Antigen di Posko Penyekatan

"Itu nanti harus diizinkan untuk UMKM  jualan, tujuannya tiada lain dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi Sumenep kedepan," tuturnya.

Ke empat, setiap toko modern yang ada di ujung timur Madura ini wajib melaporkan data secara menyeluruh omset dagangan dalam setiap bulannya.

"Karena itu salah satu yang mempengaruhi indikator kita dari hasil PDRB perdagangan," katanya.

Selanjutnya, atas nama Pemkab Sumenep ini katanya melalui paguyuban toko modern juga memikirkan masa depan Kabupaten Sumenep yang satu-satunya di Madura memiliki keraton tersebut.

"Memikirkan Sumenep kedepan agar membantu pengentasan kemiskinan, IPM, pengangguran terbuka dan pertembuhan ekonomi. Maka kita minta CSR mereka masuk di segmen bagaimana meperlakukan pemberdayaan pemberian modal pada pedagang UMKM," pintanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Pipin Tri Anjani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved