Breaking News:

Berita Surabaya

Kesal Ukulele yang Dipinjam Diminta Dikembalikan, Pria di Surabaya Aniaya Teman Sendiri

Hanya karena ukulele, seorang pria di Surabaya tega aniaya teman sendiri. Pukul korban pakai helm.

TRIBUNJATIM.COM/Syamsul Arifin
Terdakwa Farid saat jalani sidang di PN Surabaya secara daring. 

Reporter: Syamsul ArifinEditor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Hanya karena berebut ukulele, terdakwa A. Farid aniaya temannya sendiri, Andi Slamet Riyanto. 

Akibat perbuatan terdakwa, korban Andi alami luka memar di wajah. Hal ini diketahui dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin, (3/5/2021). 

Dia didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diah Ratri Hapsari dengan pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. 

Dalam dakwaan Jaksa dijelaskan, kejadian ini bermula pada Senin, 19 Januari 2021 lalu di Jalan Gadukan, Surabaya 

Terdakwa Farid didatangi oleh saksi korban Andi. Andi pun menanyakan dimana kentrung miliknya. Saat Andi meminta agar dikembalikan, Farid kesal. 

Baca juga: Dua Saudara Sepupu di Lumajang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Keduanya Sempat Adu Duel

Baca juga: Terjerat Cinta Pacar, Pria di Ponorogo Nekat Jadi Pencuri Spesialis LPG 3 kilogram

Alasannya alat musik tersebut masih ingin dia gunakan.

“Saat diminta terdakwa tiba-tiba memukul saksi Andi menggunakan kunci yang digenggam dengan tangan terdakwa hingga mengenai pipi saksi Andi,” kata Jaksa Diah. 

Suasana semakin memanas, selanjutnya terdakwa melepas helm yang dipakai oleh Andi. 

Setelah terlepas, Farid menghadiahi lagi pukulan kepada Andi menggunakan tangan kosong sebanyak tiga kali.

Merasa terancam dan tidak berdaya saksi korban pun meninggalkan lokasi dan meminta pertolongan.

“Benar seperti itu terdakwa kejadiannya?,” tanya majelis hakim kepada terdakwa. 

Terdakwa pun membenarkan seluruh isi dakwaan jaksa. Dia mengaku kesal karena ukulele yang dipinjamnya diminta oleh Andi. 

Karena perbuatan konyolnya, Farid pun dilaporkan dan kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di pesakitan. 

“Benar pak hakim, saya pukul karena kesal. Saya menyesal pak,” kata terdakwa Farid.

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Pipin Tri Anjani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved