Sengketa Saham di Surabaya, Gugatan Ahli Waris Dipertanyakan
PT Hasil Karya sendiri merupakan perusahaan industri logam dasar bukan besi dan kawat logam yang berdiri sejak 2003.
Ringkasan Berita:
- Pengalihan saham PT Hasil Karya disebut sudah sah sejak RUPSLB 2022
- Gugatan ahli waris muncul setelah pemilik saham meninggal dunia
- Perkara pernah diuji di ranah pidana namun dihentikan penyelidikan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Perkara gugatan perdata terkait kepemilikan saham PT Hasil Karya di Pengadilan Negeri Surabaya kian memanas.
Pihak tergugat menilai gugatan yang diajukan ahli waris almarhum Wei Ming Cheng muncul setelah proses pengalihan saham dinyatakan selesai secara sah.
Pengalihan Saham Diklaim Sudah Sesuai Prosedur
Kuasa hukum dari Ahmad Riyadh U.B., Ph.D. & Partners yang mewakili Eddy Gunawan, Djohan, dan PT Hasil Karya menegaskan seluruh proses peralihan saham telah dilakukan sesuai mekanisme hukum perusahaan.
“Semasa hidupnya, almarhum Wei Ming Cheng telah menjual seluruh sahamnya sebagaimana diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 25 Februari 2022, dan pembayaran atas saham tersebut telah diterima secara langsung dan lunas oleh yang bersangkutan,” tegas kuasa hukum dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).
PT Hasil Karya diketahui merupakan perusahaan industri logam dasar bukan besi dan kawat logam yang berdiri sejak 2003. Almarhum tercatat menjadi pemegang saham sejak 2010.
Baca juga: Janda Muda Berfoto dengan Akta Cerai Usai Sidang, Hakim Pengadilan Agama: Memang Lagi Ngetren
Status Kepemilikan Disebut Telah Berakhir
Menurut pihak tergugat, kepemilikan saham almarhum telah berakhir setelah dilakukan pengalihan melalui RUPSLB pada 25 Februari 2022, sekaligus diikuti pengunduran diri dari jabatan direktur.
Seluruh saham disebut telah dialihkan kepada Djohan melalui Eddy Gunawan sebagai penerima kuasa.
“Dengan selesainya proses peralihan saham tersebut, maka secara hukum almarhum Wei Ming Cheng tidak lagi memiliki saham pada PT Hasil Karya,” jelasnya.
Pernah Dilaporkan ke Polda Jatim
Sengketa ini sebelumnya juga pernah dilaporkan ke Polda Jawa Timur pada Maret 2023. Namun, penyelidikan kasus tersebut dihentikan pada akhir tahun yang sama.
Hal ini disebut menunjukkan bahwa unsur pidana dalam perkara tersebut tidak terbukti.
Saat ini, perkara berlanjut di Pengadilan Negeri Surabaya dengan fokus pada keabsahan pengalihan saham dan klaim hak ahli waris.
Pihak tergugat menegaskan akan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.
“Kami akan mengikuti seluruh tahapan persidangan sesuai ketentuan hukum dan berdasarkan fakta yang ada,” pungkasnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan karena melibatkan sengketa keluarga yang berkembang menjadi konflik korporasi. Putusan majelis hakim nantinya akan menjadi penentu akhir sengketa kepemilikan PT Hasil Karya.
Statement dari Penggugat
Dilansir dari Kompas.com, Wei Mingchen menghembuskan napas terakhirnya pada Maret 2022.
| Beda Jawaban Bupati Sanusi Soal Laga Arema FC vs Persis Solo dan Arema FC vs Persebaya di Kanjuruhan |
|
|---|
| Truk Box Rokok Ilegal Terguling di Sampang, Muatan Berhamburan di Jalan |
|
|---|
| Kesaksian Penjaga Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Ceritakan Detik-detik Dugaan Pencurian Patung Dewa |
|
|---|
| Gulung 3 Maling Motor di Bangkalan, Polisi Temukan Scoopy hingga Pelat Nopol Motor TKP Berbeda |
|
|---|
| Alasan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Laga Arema FC vs Persebaya Digelar di Kanjuruhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/pengadilan-negeri-surabaya.jpg)