Breaking News:

33 Pekerja Migran yang Pulang Kampung ke Jatim Positif Covid-19, Khofifah Perketat Sistem Pemulangan

Dari seluruh jumlah pekerja migran, seluruhnya telah dilakukan PCR dan ditemukan 33 orang yang positif Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat diwawancara TribunMadura.com di Grahadi, Jumat (23/4/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gelombang pekerja migran asal Jatim mulai berdatangan. Setidaknya per hari ini, Selasa (4/5/2021), sudah ada sebanyak 3.636 pekerja migran dari berbagai negara yang telah diisolasi di Asrama Haji sejak 28 April 2021. 

Dari seluruh jumlah tersebut, seluruhnya telah dilakukan PCR dan ditemukan 33 orang yang positif Covid-19.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pengetatan di pintu masuk Internasional di Jatim. Hal ini khususnya menyikapi adanya penemuan virus varian baru dari India, Inggris dan Afrikas Selatan (Afsel) yang telah masuk ke Indonesia. 

Pengetatan ini dilakukan bekerjasama dengan pihak TNI/Polri, KKP, serta Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi dan Dinas Kesehatan Jawa Timur. 

Pengetatan dilakukan terutama memastikan semua pekerja migran yang pulang kampung aman dan dilakukan testing maupun isolasi untuk mencegah masuknya varian India, Inggris dan Afsel. 

Baca juga: BREAKING NEWS - Pria Penghina Pengunjung Mal yang Menggunakan Masker Berhasil Ditangkap

Baca juga: Bupati Sampang Slamet Junaidi Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

"Bagi yang positif Covid-19 segera kami isolasi di RS Darurat Lapangan Indrapura dan RS Rujukan Covid-19. Sedangkan bagi pasien yang negatif akan dilakukan penjemputan oleh kabupaten dan kota masing," terangnya. 

Sistemnya, begitu sampai di bandara, mereka akan langsung dilakukan PCR test. Kemudian mereka diisolasi di Asrama Haji untuk menunggu hasil tes PCR yang biasanya keluar dalam dua hari setelah tes.

Setelah itu jika positif mereka akan dirawat di RS Darurat dan RS Rujukan, bergantung dengan skala gejala yang timbul. Kemudian untuk yang negatif mereka akan dipulangkan ke kabupaten kota.

Namun di kabupaten kota para tenaga migran masih harus dites swab lagi. Dan diisolasi lagi untuk menunggu hasil tes terkini.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Pipin Tri Anjani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved