Breaking News:

Berita Jawa Timur

Takbir Keliling Dilarang, Warga Diimbau Takbiran di Rumah atau Masjid dengan Protokol Kesehatan

Masyarakat disarankan merayakan malam takbiran di rumah, musala, atau masjidnya masing-masing.

TRIBUNMADURA.COM/SUGIHARTO
Sejumlah jamaah melaksanakan salat di Masjid, Kamis (23/4/2020). 

Reporter: Luhur Pambudi | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kanwil Kemenag Jatim mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tidak melakukan pawai takbir keliling pada malam Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Agama No 7 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah/2021, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan,

Kepala Bidang (Kabid) Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar) Kanwil Kemenag Jatim, Moch Amin Mahfud, menganjurkan masyarakat tetap merayakan malam takbiran di rumah, musala, atau masjidnya masing-masing.

Pelaksanaan malam takbiran harus tetap dengan tetap menerapkan mekanisme protokol kesehatan secara ketat, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan Satgas Covid-19 Jatim.

"Di SE itu juga sudah diatur, masyarakat diimbau untuk tidak takbir keliling. Cukup di rumah, musala atau masjid masing-masing, itu pun harus dengan prokes yang ketat," katanya saat dihubungi TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Hasil Sidang Isbat Idul Fitri 2021 Jatuh pada Kamis 13 Mei 2021, Menag Gus Yaqut Sampaikan Hal ini

Amin mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Pemprov Jatim, Polda Jatim, termasuk seluruh Kantor Kemenag se-Jatim, guna mengedukasi masyarakat mengenai imbauan tersebut.

"Tetap tidak boleh kumpul bareng, apalagi konvoi, tidak boleh. Kami juga sudah rapat dengan polda, dengan jajaran gubernur," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir menegaskan, berdasarkan SE Gubernur Jatim, pihaknya hanya melarang penyelenggaraan Takbiran yang berorientasi memicu kerumunan.

Seperti dengan cara pawai atau konvoi secara berkeliling di kawasan permukiman atau pun di jalanan protokol kota.

"Saudara kami umat muslim Surabaya tetap bisa menggemakan takbir di masjid atau musala namun tetap dengan protokol kesehatan, dengan kapasitas terbatas dan menyesuaikan," ujarnya pada awak media di Surabaya, Selasa (11/5/2021).

Manakala masih didapati oknum warga Surabaya yang nekat menggelar takbiran secara berpawai, apalagi hingga memicu kerumunan, Isir mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan berbasis soft approach humanis yakni dengan melakukan teguran.

"Jika takbiran keliling pakai mobil dan sound akan kami datangi dan berikan teguran. Tetap dengan humanis. Kami beri imbauan juga dan tetap diarahkan ke masjid atau musala terdekat dari kampung mereka," tuturnya.

Baca juga: Pedagang Ketupat Dadakan di Surabaya Mulai Menjamur Jelang Hari Raya Idul Fitri, Ini Lokasi Lapaknya

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved