Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Angkutan Antar Provinsi Kembali Beroperasi Mulai Besok, Khofifah Pastikan Antigen dan GeNose Cukup

Angkutan antarprovinsi di Jawa Timur akan mulai kembali beroperasi mulai besok, Selasa (18/5/2021).

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan rakor bersama Kepala Dinas Perhubungan Jatim dan 14 UPT secara virtual, di Kantor Dishub Jatim, Senin (17/5/2021). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh| Editor:: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Angkutan antarprovinsi di Jatim akan mulai kembali beroperasi mulai besok, Selasa (18/5/2021).

Untuk itu, hari ini, Senin (17/5/2021), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan rakor bersama Kepala Dinas Perhubungan Jatim dan 14 UPT secara virtual guna memastikan bahwa semua berlancar lancar dan baik. 

"Mulai besok transportasi darat, laut, udara, baik kapal, pesawat, mobil, juga kereta antarprovinsi mulai jalan lagi, maka pagi ini kami melakukan rakor bersama termasuk dengan seluruh UPT Dishub, karena mereka yang berkaitan langsung dengan masyarakat di terminal, pelabuhan, stasiun, dan juga bandara," ucap Khofifah, usai rakor. 
Sebagaimana diketahui bahwa masa larangan mudik yang dilakukan dengan cara penyekatan di 8 titik utama batas antarprovinsi di Jatim, berakhir hari ini.

 

Baca juga: Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai di Kabupaten Sampang Akan Berubah, Dinilai dari Kinerja OPD

Mulai besok, sesuai dengan Addendum Surat Edaran Kepala Satuan Tugas Nomor 13 Tahun 2021 Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian Covid -19, bahwa mulai 18 Mei 2021 hingga 24 Mei 2021 masih akan dilakukan pengetatan. 
Dalam masa pengetatan, perjalanan orang diperbolehkan.
Namun syaratnya masih diberlakukan tes negatif Covid-19 baik itu tes PCR maupun rapid twst antigen dan Genose yang hanya berlaku 1x24 jam. 
Seluruh terminal, pelabuhan, dan juga stasiun dan bandara akan kembali melakukan pemberangkatan armada meski dengan aturan yang masih dalam format pengetatan. 
"Artinya kita pastikan antigen di masing-masing titik, baik itu di terminal, pelabuhan, dan bandara dan stasiun itu cukup. Dipastikan bahwa semua siap, kalau tidak antigen maka bisa pakai Genose. Ini menjadi penting untuk tetap menjaga bagaimana pengendalian Covid-19 itu kita jaga bersama-sama," tambah gubernur perempuan pertama Jatim ini. 
Dalam rakor tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Jatim juga turut dihadirkan guna memastikan kebutuhan alat rapid test terpenuhi.
Selain itu, pada Kadinkes Jatim, Gubernur juga meminta agar koordinasi dengan pemkab dan pemko juga dilakukan. Pasalnya dalam waktu 14 hingga 21 hari ke depan, pantauan penambahan kasus pasca Idul Fitri harus terus dilakukan. 
Terutama tracing dan penanganan pada 38 orang warga Jawa Timur yang terdeteksi positif dalam rapid test di 8 titik penyekatan saat masa laragan mudik.
Ia meminta mereka dipantau dan ditracing. Sesuai SOP, mereka sebanyak 38 orang tersebut telah dirawat di RS terdekat. 
Sementara itu, berdasarkan data Dishub Jatim, selama periode larangan mudik 6 Mei 2021 hingga 16 Mei 2021 data yang sudah masuk, ada sebanyak 3.361 sepeda motor, 4.954 mobil, 257 bus, 867 mobil barang, dan 35 kendaraan khusus yang diputar balik di titik titik penyekatan. Dengan penggunaan rapid test antigen sebanyak 1.250 alat. Serta ditemukan sebanyak 5 travel gelap.

Baca juga: Profil dan Biodata Bella Hadid, Super Model yang Jadi Sorotan Dunia, Turun ke Jalan Bela Palestina

Simak artikel lain terkait Gubernur Jawa Timur, rapid test, Jawa Timur

FOLLOW US:

 
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved