Virus Corona di Bangkalan

Seminggu Terakhir Kasus Covid-19 di Bangkalan Capai 362 Kasus, Keterisian Bed di RSUD Syamrabu 79%

Dari 36 kasus naik menjadi 382 kasus dengan sebaran Covid-19 tertinggi di Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Geger, Kecamatan Klampis, dan Kecamatan Kota.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berbincang sambil berjalan di Pendapa Agung didampingi Bupati Bangkalan R Abdul Abdul Latif Amin Imron, Sabtu (12/6/2021). 

Reporter: Ahmad Faisol| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Grafik kurva epidemic menunjukkan lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan terjadi dalam 14 hari terakhir periode 29 Mei – 11 Juni 2021.

Bahkan, dalam seminggu terakhir, dari 36 kasus naik menjadi 382 kasus dengan sebaran Covid-19 tertinggi di Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Geger, Kecamatan Klampis, dan Kecamatan Kota.

Angka kenaikan kasus tersebut dipaparkan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) di hadapan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Pendapa Agung Bangkalan dalam kunjungan kerja, Sabtu (12/6/2021).

“Bapak Panglima TNI dan Bapak Kapolri, telah terjadi peningkatan kasus yang luar biasa terutama dalam seminggu terakhir. Dari 36 kasus meningkat hingga menyentuh angka 382 kasus,” ungkap R Abdul Latif Amin Imron.

R Abdul Latif Amin Imron memaparkan, berdasarkan data yang dihimpun Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan mulai awal pandemi, Maret 2020 hingga 11 Juni 2021 menunjukkan total angka terkonfirmasi positif sejumlah 2.136 orang, kesembuhan berada di angka 1.537 orang, dan angka kematian 207 orang.

“Posisi Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RSUD Syamrabu dapat kami laporkan, per 11 Juni 2021 mencapai 79 persen.  Kasus meninggal mengalami kenaikan pada minggu ke-22 dari 4 kasus menjadi 29 kasus. Sedangkan kasus kesembuhan juga mengalami kenaikan pada 10 Juni 2021,” papar Ra Latif.

Nilai BOR RSUD sebesar 79 persen itu adalah keterisian pasien Covid-19 menempati tempat tidur telah mencapai 119 pasien dari kapasitas 200 tempat tidur yang disediakan di RSUD Syamrabu. Dengan dukungan failitas ICU, HCU, ventilator, dan HFNC.

Untuk kapasitas 74 tempat tidur di Balai Diklat khusus tempat pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) telah terisis sebanyak 60 OTG. Sedangkan kapasitas 50 tempat tidur di Balai Latihan Kerja khusus tempat karantina para pekerja migran telah terisi 5 orang.

“Kami juga mendapatkan dukungan di rest area BPWS Suramadu dengan kapasitas 60 tempat tidur dan telah terisi sebanyak 36 orang,” jelasnya.

Ia menyatakan, selama kurun waktu 6 minggu terhitung 30 April – 11 Juni 2021 pihak Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan telah menjemput sebanyak 970 para pekerja migran.

“Begitu tiba di Bangkalan, kami masih melakukan karantina selama 3 hari meskipun mereka telah melalui tahapan karantina selama dua hari di Surabaya. Pada hari kelima, kami lakukan Swab PCR sebelum bertemu dengan keluarga,” katan Ra Latif.

Melonjaknya kasus positif di Kecamatan Arosbaya, Geger, Klampis, dan Kecamatan Kota Bangkalan diawali dengan adanya laporan terkonfirmasi positif Covid-19 dari Kecamatan Arosbaya. Setelah dilakukan tracing atau penelusuran kontak erat, banyak tenaga medis di Kecamatan Arosbaya terpapar hingga positif terkonfirmasi.

Dugaan sementara, lanjut Ra Latif, terjadi transmisi lokal dan klaster keluarga dari pemudik, mengingat di wilayah tersebut kebiasaan saling berkunjung saat merayakan lebaran sudah menjadi tradisi. Selain itu, kesadaran masyarakat yang  masih kurang untuk mengikuti kegiatan tes swab yang kami lakukan dalam menghadapi situasi tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved