Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA TERPOPULER HARI INI Pendataan Warga Sakit di Bangkalan hingga Bantuan untuk Pasien Covid-19

Berita Madura terpopuler hari ini Senin 14 Juni 2021 diawali dengan perkembangan ledakan kasus Covid-19 di Bangkalan.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron bersama Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Muhammad Fahad, Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowa, serta Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto memantau pelaksanaan vaksinasi di Kantor Kecamatan Klampis, Minggu (13/6/2021) 

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperta KP Sampang, Hendra Gunawan mengatakan, bahwa pihaknya mendapat bagian pengawasan dalam program bantuan hibah sapi yang berasal dari aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang tersebut.

Untuk pengawasannya, petugas dari intsansinya selalu melakukan monitoring dua bulan sekali ke Poktan atau penerima bantuan hibah sapi.

Tujuannya, untuk memastikan kondisi kesehatan sapi apakah berkembang atau tidak.

"Dalam pengawasan ini tidak ada batasan waktu, jadi setiap dua bulan sekali kami lakukan pengawasan untuk memberikan evaluasi," ujarnya.

Sementara, berdasarkan Petunjuk Teknis (Junkis) dari program hibah tersebut, dalam perawatan sapi tergantung dari kebijakan kelompok masing-masing.

Sehingga, setiap Poktan bisa menjadikan sapi dalam kandang koloni ataupun dirawat di masing-masing anggota tergantung kondisi yang ada.

"Kalau penerima bantuan di 2020, ada 4 Poktan penerima, masing-masing mendapatkan 10 ekor sapi, kemudian dari sejumlah Poktan itu yang memberlakukan kandang koloni hanya satu Poktan," ucap Hendra Gunawan.

Maka dari itu, dirinya berharap dalam bantuan hibah sapi pada 2021, setiap Poktan memberlakukan perawatan kandang koloni.

Sebab, jika dipisah akan menyulitkan proses pemantauan karena tidak ada dalam satu kandang.

 “Kami harapkan dapat dirawat dalam satu kandang untuk mempermudah pengawasan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam realisasi bantuan sapi tahun ini, ada 62 ekor sapi akan dibagikan ke tujuh Poktan, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan 8 sampai 9 ekor.

Sedangkan, untuk nama-nama Poktan masih belum ditetapkan karena masih dalam tahapenunggu SK dari Bupati Sampang.

3. Bantuan Logistik Kebutuhan Pasien Klaster Madura

Tim Unit Bantuan Bencana Alam Fakultas Kedokteran Unair dan perwakilan mahasiswa mengirimkan bantuan berupa kebutuhan dasar pasien Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya dari klaster Madura, Minggu (13/6/2021).

Dalam kegiatan tersebut mereka berkoordinasi dengan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) bersama Relawan Pendampin RSLI Surabaya.

Pasien yang berasal dari hasil penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya dan beberapa yang berasal dari kasus Bangkalan mengalami beberapa kendala.

Di antaranya minimnya pakaian dan peralatan sehari-hari, karena tidak menyangka akan masuk RSLI. 

Untuk itu relawan pendamping tanggap dan mengupayakan dari berbagai sumber untuk memberikan dukungan logistik berupa pakaian, peralatan mandi, sandal dan kebutuhan untuk menjalani masa isolasi serta penyembuhan.

Upaya ini dipimpin langsung serta mendapatkan arahan dari Prof Dr  H Budi Santoso, Dekan FK Unair.

Kegiatan ini merupakan kepedulian Unair, RSUD Dr Soetomo, dan RSTKA dalam rangka tanggap darurat untuk menyikapi lonjakan pasien di RSLI.

"Pasien sendiri datang dari berbagai daerah dan terutama terjaring dalam tracing swab penyekatan di suramadu. Banyak dari pasien yang tidak membawa baju ganti, dan perbekalan lainnya, sehingga kami menilai bahwa sangat perlu untuk membantu para pasien yang di karantina agar bencana pandemi Covid ini tidak mengarah ke Social Disaster yang tidak diinginkan," ujarnya.

Sementara itu, Radian Jadid, ketua Relawan PPKPC RSLI, sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Tim Unit Bantuan Bencana Alam FK Unair, karena sangat membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi pasien. 

"Pasien di Rumah Sakit Lapangan Indrapura terus mengalir. Hingga Minggu siang 13 Juni,  sudah 350 pasien yang dirawat, terdiri dari  76 dari Pekerja Migran Indonesia , 179 dari Klaster Madura, 12 dari pondok pesantren serta 83 pasien umum atau mandiri," ungkapnya

"Kondisi mereka rata rata dari tanpa gejala hingga gejala ringan dan sedang, serta konfirmasi swab PCR positif dengan nilai CT Value kebanyakan di bawah 25, infeksius atau berpotensi besar menular," tuntasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved