Breaking News:

Berita Surabaya

Satpol PP Blokir KTP Pengendara yang Kabur dari Tes Kesehatan di Suramadu, Simak Cara Mengambilnya

Database semua KTP pengendara yang disita akan diblokir sementara di bagian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/BENNI INDO
Petugas Satpol PP mengembalikan KTP 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, database semua KTP pengendara yang disita akan diblokir sementara di bagian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Si pemilik KTP tidak akan bisa membuat KTP baru atau pengganti, meskipun melalui tahapan secara konvensional dengan mengklaim bahwa KTP tersebut hilang melalui laporan kepolisian.

"Kalau KTP Surabaya, akan kami pemblokiran, Dispenduk, ketika mereka hendak memperpanjang KTP dengan alasan kehilangan di kepolisian itu tidak bisa," kata Eddy Christijanto kepada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Minggu (13/6/2021).

Satpol PP Surabaya mengamankan sedikitnya 477 KTP milik pengendara nakal yang nekat kabur dari tes kesehatan di Posko Kesehatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

Jumlah tersebut dihimpun petugas kurun waktu delapan hari, mulai 6 - 13 Juni 2021.

Baca juga: 477 KTP Ditinggal di Pos Penyekatan Suramadu, Pemilik Kabur Karena Tak Mau Jalani Tes Kesehatan

Dari ratusan jumlah KTP yang saat ini diamankan di Kantor Satpol PP Surabaya, 65 KTP di antaranya milik warga Surabaya.

Sedangkan 412 KTP lainnya, kata dia, milik warga luar Kota Surabaya.

Ia menyebut, siasat sanksi semacam itu tak hanya diberlakukan di Dispendukcapil Kota Surabaya.

Kata dia, sanksi itu juga akan diterapkan di semua kabupaten yang menjadi domisili asli si pemilik KTP tersebut.

Caranya, lanjut Eddy, pihak Satpol PP Surabaya akan berkoordinasi secara resmi melalui surat dinas dengan semua Dispendukcapil kabupaten lainnya dalam menerapkan siasat sanksi tersebut.

Baca juga: BERITA TERPOPULER HARI INI Pendataan Warga Sakit di Bangkalan hingga Bantuan untuk Pasien Covid-19

"Termasuk KTP-nya yang di luar kota, seperti Bangkalan atau Sampang atau kota lainnya," tutur dia.

"Nanti akan komunikasi dengan Dispenduk Surabaya untuk membuat surat kepada di Dispenduk kabupaten kota ditempat dia tinggal, untuk dia tidak bisa dilayani untuk memperpanjang KTP," ujarnya.

Tata cara mengambil KTP tersebut secara resmi dan legal, Eddy menerangkan, satu-satunya cara adalah si pemilik KTP mendatangi Kantor Satpol PP Kota Surabaya.

Si pemilik KTP tetap akan dilakukan tes kesehatan, seperti rapid test antigen di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang bekerja sama dengan Satpol PP Kota Surabaya.

"Jadi mereka yang merasa punya KTP, bisa mengambil di Satpol PP, tapi dengan catatan akan kita lakukan swab di puskesmas," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved