Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Gresik

Belajar dari Kerugian, Petani di Gresik Kini Raup Manisnya Untung dari Menanam Buah Melon

Hal ini membuat para petani itu belajar dan akhirnya memberanikan diri untuk banting setir menanam buah melon.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Petani di Gresik, Ifan memegang buah melon yang menjadi komoditi andalan di Kecamatan Balongpanggang, Rabu (16/6/2021). 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Petani di Gresik ini selalu merasakan kerugian saat panen padi tiba.

Hal ini membuat para petani itu belajar dan akhirnya memberanikan diri untuk banting setir menanam buah melon.

Buah melon yang mereka tanam adalah kualitas premium.

Keberanian mereka beralih dari menanam padi ke buah melon berbuah manis.

Hasilnya, dalam kurun waktu 65 hari, petani buah melon di desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik sudah merasakan manisnya buah melon.

Dalam kurun waktu dua bulan itu, mereka sudah bisa panen.

Baca juga: Awal Masa Panen Padi, Rencana Pemerintah Impor Beras Ditolak Petani, Serapan Gabah ke Bulog Terancam

"Sekali panen menghasilkan buah melon premium sebanyak 1,5 ton," ucap Ifan Marta Warsana, Rabu (16/6/2021).

Buah melon ini bentuknya lebih besar dan mendapat respon positif dari permintaan pasar.

Sudah ada distributor yang siap membeli melon dari para petani di Balongpanggang ini.

Sebelumnya lahan milik Ifan Marta Warsana merupakan area pertanian penghasil gabah.

Tidak mudah bagi Ifan untuk beralih ke perkebunan buah melon  berkualitas premium.

Lantaran harga gabah turun, ancaman gagal panen menghantui, dia bersama kepala desa setempat berusaha memikirkan produk apa yang bisa meningkatkan penghasilan warga.

"Koordinasi dengan berbagai pihak terkait kualitas tanah, tanaman apa yang cocok. Serta permintaan pasar, dipilihlah buah melon premium, bahkan sudah ada yang beli sebelum ditanam," ujarnya.

Lahan seluas 8.000 meter² pun ditanam melon di satu lahan terbuka dan dua lahan dalam bentuk green house.

Dalam satu green house mengasilkan 1.000 lebih buah.

"Ada tiga jenis, melon import Inthanon, melon basket dan golden melon," ucapnya.

Buah melon yang ditanam memiliki berat 1,5 kilogram, sampai 1,8 kilogram per kilogram.

Rasa buah melon manis dan sudah dikontrak salah satu distributor buah ternama.

"Jadi kami sudah mendistribusikan buah dan dihargai 20 ribu per kilogram," terangnya.

Ifan bersama kepala desa Karang Semanding berharap agar warga desa tidak terlalu beryantung akan produksi gabah.

Melainkan bisa berinovasi dengan bertanam aneka tanaman holtikultura lainnya. (wil)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved