Breaking News:

Berita Malang

Bupati Malang Tak Setuju Produsen Rokok Ilegal Diberantas, Sarankan Pemberian Pembinaan Legalitas

Bupati Malang berharap industri rokok ilegal tidak diberantas, melainkan diberi pembinaan hingga mendapat legalitas cukai rokok.

TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat kunjungi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Talangagung Kepanjen, Jumat (10/7/2020). 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyarankan, industri rokok ilegal tidak diberantas.

Dibanding memberantas industri rokok ilegal, Muhammad Sanusi berharap, para pelaku industri rokok ilegal diberi pembinaan hingga mendapat legalitas cukai rokok.

"Mereka kan (pengusaha rokok) adalah bagian dari masyarakat kita," kata Muhammad Sanusi seusai menghadiri sosialisasi ketentuan bidang cukai di Hotel Savana Kota Malang, Kamis (17/6/2021).

"Nanti ya bahasanya bukan diberantas akan tetapi harus kita bina. Supaya yang illegal menjadi legal," sambung dia.

Menurut Muhammad Sanusi, masyarakat akan memahami pentingnya membeli rokok secara legal dengan pita cukai resmi.

Baca juga: Bakesbangpol Pamekasan Sosialisasi UU Bea Cukai ke Sejumlah Ormas, Cegah Peredaran Rokok Ilegal

"Masyarakat perlahan telah menyadari pentingnya cukai tembakau ini," tutur dia.

"Dari mereka untuk mereka juga, untuk pembangunan infrastruktur dan lain lain, jadi jangan hanya yang negatifnya saja yang dilihat," ucapnya.

Meski rokok menimbulkan resiko buruk terhadap kesehatan, Sanusi menilai industri rokok akan berkontribusi kepada kemajuan Kabupaten Malang.

"Dari tembakau pelan pelan untuk pembangunan rumah sakit jantung dari DBHCT," tutupnya. (ew)

Baca juga: Pamekasan Bakal Punya Kantor KIHT di Tlanakan Tahun ini, Diharapkan Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved