Breaking News:

Virus Corona di Pasuruan

Gus Ipul Pangkas Jam Kerja PNS dan Sewa Hotel Karantina ketika Kasus Covid-19 di Pasuruan Melonjak

Pemerintah Kota Pasuruan mulai batasi jam masuk bagi seluruh ASN. Pembatasan dilakukan menyusul masih tingginya tingkat penularan Covid-19.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Galih Lintartika
Gus Ipul, Wali Kota Pasuruan saat konsolidasi seluruh Ketua RT se Kecamatan Bugul Kidul di Pendopo Kota Pasuruan Jumat (25/6/2021) malam. 

Kemudian pada 23 Juni 2021, dari 24 santri yang diswab PCR sebanyak 14 santri dinyatakan positif. Kemudian 24 Juni 2021, dari 19 santri yang diswab PCR ditemukan 11 santri yang positif.

“Jumlah Kasus Positif (mulai awal Covid) sampai hari ini ada 1758 orang dengan kasus aktif saat ini 121 orang,” kata Gus Ipul.

Terkait peningkatan jumlah orang yang dinyatakan positif, Satgas Covid-19 memutuskan untuk menambah rumah karantina dengan menyewa sebuah hotel.

“Penambahan ini diperlukan mengingat lonjakan kasus positif Covid-19 sehingga membuat seluruh lokasi karantina yang tersedia penuh,” kata Gus Ipul.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul mengapresiasi pengusaha hotel yang bersedia untuk disewa tempat usahanya untuk lokasi karantina Covid.

Menurut Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di RS Dr Soedarsono Purut juga telah mencapai 70,51 persen. 

Ruang ICU RS Purut dari 5 tempat tidur telah terisi 3. Kemudian ruang perawatan pasien Covid-19 dari 77 tempat tidur sudah terisi 52.

“Kejadian hari ini mirip pandemi awal Maret tahun lalu. Sekarang ini ada 7 orang perawat yang juga positif,” kata dia.

Simak artikel lain terkait Kabupaten Pasuruan, Aparatur Sipil Negara, Covid-19

FOLLOW JUGA:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved