Berita Malang
Tujuh Anggota PSC 119 Kota Malang Terkonfirmasi Covid-19, Kasus Berawal dari Anggota Admin Positif
Tujuh anggota PSC119 Kota Malang terkonfirmasi Covid-19. Berawal dari satu orang admin yang positif Covid-19.
Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Tujuh anggota Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kota Malang terkonfirmasi Covid-19.
Kasus itu berawal dari satu orang admin di bagian kesehatannya PSC yang positif Covid-19
Kasus kemudian menyebar hingga ada enam anggota PSC119 Kota Malang yang positif.
Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, dari ketujuh orang tersebut, semuanya adalah petugas yang ada di dalam kantor PSC 119.
Sedangkan petugas PSC 119 yang bertugas di lapangan hasilnya negatif Covid-19 usai dilakukan swab secara serentak.
"Saat ini sudah kita isolasi. Kita gerakkan ke safe house. Untuk yang di lapangan, alhamdulillah tidak ada yang kena," ucapnya.
Baca juga: Kecelakaan di Malang, Anggota PSC 119 Kota Malang Tewas setelah Sepeda Motornya Hantam Truk Boks
Dari hasil tracing yang dilakukan kepada anggota PSC 119 kota Malang itu, hasilnya ada anggota keluarga dari petugas yang positif Covid-19 itu terular.
Total ada 28 yang positif Covid-19 akibat musibah tersebut.
Kini kantor PSC 119 Kota Malang sedang dilakukan sterilisasi agar tidak ada lagi penyebaran virus Corona.
Sutiaji pun juga memberikan apresiasi terhadap kinerja dari petugas PSC 119 Kota Malang
Karena mereka telah memberikan pelayanan dan respon cepat dalam menjamin kebutuhan masyarakat terkait hal-hal yang berhubungan dengan kegawat-daruratan bidang kesehatan.
"Saat ini masih dilakukan sterilisasi. Yang petugas pemakaman masih tetap jalan. Karena mereka tidak ada kena Covid-19," ucapnya.
Sementara itu, anggota PSC 119 Kota Malang, Alvin menyampaikan bahwa saat ini pelayanan di kantor PSC tetap berjalan usai tadi pagi dilakukan sterilisasi dengan disinfektan.
Formasi kerja dari tim PSC 119 pun kini diubah dengan menyesuaikan kondisi yang ada saat ini.
"Kami kan sinergi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jadi ada kombinasi kerjasama untuk pembagian tugasnya. Selama ada panggilan, PPNI masih bisa membackup," ucapnya.