Berita Sampang
Kepala Puskesmas Jrangoan Angkat Bicara Usai Diprotes Warga Soal Belum Dibukanya Layanan 24 Jam
Kepala Puskesmas Jrangoan, Misnari mengatakan, bahwa alasan tidak membuka pelayanan 24 jam karena status Puskesmas yang masih Rawat Jalan
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Terkait pelayanan 24 jam di Puskesmas Jrangoan, Sampang tak kunjung diberlakukan, Kepala Puskesmas Jrangoan memberikan penjelasan, Senin (12/7/2021).
Misnari selaku Kepala Puskesmas Jrangoan menyebutkan jika ada penyebab yang membuat Puskesmas Jrangoan tak kunjung memberlakukan pelayanan tersebut.
Hal itu diungkapkan setelah puluhan warga Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura mengepung Puskesmas Jrangoan.
Kepala Puskesmas Jrangoan, Misnari mengatakan, bahwa alasan tidak membuka pelayanan 24 jam karena status Puskesmas yang masih Rawat Jalan dan untuk memberlakukannya perlu izin dari pihak terkait.
Dirinya mengaku dua hari kemarin sudah mengurus izin tersebut tapi tidak bisa memastikan kapan izin itu akan terverifikasi.
Akan tetapi, dengan kondisi permintaan warga yang dinilai urgent, pihaknya dalam waktu dekat ini akan memberlakukan pelayanan 24 jam meskipun statusnya belum mengantongi izin.
"Kami siap memberlakukan besok, terlebih pendataan alat-alat di Puskesmas Jrangoan untuk mendukung rawat inap 24 jam sudah dilakukan," ujarnya.
Baca juga: Puskesmas Jrangoan Sampang Diprotes Warga Imbas Pelayanan Kurang Maksimal, ini Penjelasan Puskesmas
"Sebelumnya sudah disiapkan seperti ruang UGD, ruang inap perempuan, dan ruang inap laki-laki," imbuhnya.
Selain itu, terhambatnya tidak melakukan pelayanan 24 jam dikarenakan kekurangan Tenaga Kesehatan (Nakes).
Sebab ditengah pandemi saat ini ada belasan Nakes Puskemas Jrangoan terconfirm Covid-19.
Misnari menyampaikan, terdapat 13 Nakes terconfirm Covid-19 sehingga istirahat total, maka dari itu pihaknya kualahan dalam mengatur jadwal.
"Sebanyak 13 tenaga kami terconfirm covid-19 jadi ada yang Isolasi Mandiri (Isoman) dan ada yang sudah selesai," ungkapnya.
ia menambahkan, dengan kondisi sejumlah Nakes yang terconfirm, pihaknya akan mengatur strategi dengan memanfaatkan semua Nakes yang ada di wilayah Desa Jrangoan, sekaligus tenaga kontrak.
"Jadi kami memanfaatkan tenaga yang ada di wilayah untuk berjaga secara bergantian," pungkasnya.