Berita Pamekasan

Warga Bunder Pamekasan Dapat Pelatihan Buat Pupuk Organik Cair dari Limbah, Simak Cara Mengolahnya

Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi pupuk organik cair.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Maudina Setiawati, Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) (tengah) saat meracik cara pembuatan pupuk organik dari limbah kulit pisang di Balai Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. 

Setelah proses itu dilakukan, larutan didiamkan selama 3 hingga 4 hari sehingga terjadi proses fermentasi.

Pada hari ke-5, pupuk organik dari kulit pisang ini sudah siap untuk digunakan.

"Pupuk organik ini bisa digunakan saat pembungaan saja. Pupuk organik ini kurang efektif kalau digunakan di lahan yang luas. Jadi hanya bisa digunakan di polibek sayur seperti di tanaman rumahan atau di lahan yang tidak terlalu luas," kata Dina kepada TribunMadura.com, Senin (12/7/2021).

Mahasiswa Semester 6 ini juga menjelaskan, pembuatan pupuk organik yang dirinya ajarkan ke masyarakat Desa Bunder itu merupakan pupuk yang diolah dengan menggunakan bahan organik alias tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali.

Menurut dia, kandungan fosfor, kalium, dan magnesium yang sangat tinggi menjadikan kulit pisang mampu memberikan asupan nutrisi yang cukup bagi tanaman.

Dengan memanfaatkan pupuk organik dari kulit pisang, para petani akan mendapatkan berbagai manfaat yang beragam.

Selain dapat memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai jual yang tinggi, kata Dina, kulit pisang juga memiliki kandungan potasium yang sangat tinggi, sehingga bisa membantu dalam membentuk bunga yang lebih besar dan cerah.

Sebab, kandungan kalium pada kulit pisang kering yaitu sekitar 42%.

"Kalium merupakan salah satu unsur hara mikronutrient yang berfungsi untuk meningkatkan pembungaan dan juga menguatkan perakaran tanaman. Selain itu, nutrisi kulit pisang yang lain seperti magnesium dan fosfor juga berperan penting dalam perkembangan tanaman," jelas Dina.

Dina berharap, melalui pelatihan limbah rumah tangga (kulit pisang) menjadi Pupuk Organik Cair ini, para petani di Desa Bunder tidak lagi hanya menggunakan kulit pisang menjadi pakan ternak saja. Melainkan juga bisa dibuat untuk dijadikan pupuk organik.

"Program ini saya gagas supaya petani bisa menghemat biaya pembelian pupuk di tengah kondisi pandemi Covid-19," harapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved