Virus Corona di Bangkalan

Ketika Ibu di Bangkalan Rela Tak Berjualan Demi Dampingi Anak Ikuti MPLS Daring dan Antre Divaksin

Ny Puji, seorang penjual pisang keju jalanan. Namun hari itu ia rela tidak berjualan demi menemani sang anak mengikuti MPLS daring.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Siswa baru SMPN 2 Bangkalan, SA Mubarok menyempatkan diri mengikuti pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dari pelataran Gedung Rato Ebu, Selasa (13/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com Network, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Layanan kesehatan dan pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap masyarakat.

Dua hal itulah yang mendorong seorang ibu, Ny Puji S (53) sementara meninggalkan pekerjaannya demi vaksinasi dan kelancaran kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) putra bungsunya, SA Mubarok di pelataran Gedung Rato Ebu, Selasa (13/7/2021).

Ny Puji hanya seorang penjual pisang keju jalanan. Namun hari itu ia rela tidak berjualan karena menemani sang anak mengikuti MPLS daring melalui smartphone.

Ia juga menemani anaknya antre divaksin di tempat itu.

Memanfaatkan kursi antrean, Mubarok yang tercatat sebagai siswa baru SMPN 2 Bangkalan, sesekali menulis di atas kertas HVS.

Gedung serbaguna milik Pemkab Bangkalan itu memang dijadikan tempat Serbuan Vaksinasi Gratis dengan kuota 400 vaksin. Kesempatan tersebut tentu tidak ingin dilewatkan Ny Puji, kendati usaha berjualan pisang kejunya saat ini tengah lesu akibat PPKM darurat.

“Masa pandemi Covid-19 serta PPKM Darurat sangat terasa bagi kami, penghasilan berkurang hingga di bawah 50 persen karena wajib tutup pukul 20.00 WIB. Namun untuk pendidikan anak, saya harus kuat. Termasuk urusan vaksin ini, ia (Mubarok) juga mau divaksin untuk kebutuhan sekolahnya,” ungkap Ny Puji.

Kendati bermodalkan gerobak pisang keju di simpang empat Kelurahan Kemayoran, namun kegigihan Ny Puji dalam urusan pendidikan anak patut diapresiasi. Bahkan anak keduanya saat ini memasuki semester VII Pendidikan Tinggi.

“Kalau suami hanya sopir serabutan. Kami pernah dapat bantuan sembako, hanya sekali,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Jufri Kora mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sebatas memberikan imbauan dan tidak mensyaratkan para siswa mengikuti vaksin.

“Ini permintaan Satgas Covid-19 dan kami mengimbau kepada siswa dengan seizin orangtua, tidak wajib vaksin,” ungkap Jufri kepada TribunMadura.com.

Jufri menjelaskan, imbauan tersebut disampaikan melalui grup WhatsApp wali siswa pada Sabtu (10/7/2021). Hal itu dimaksudkan sebagai upaya pencegahan meluasnya penyebaran Covid-19 pada siswa.

“Hingga kemarin, total terdata 700 siswa SMP berusia 12-18 tahun yang divaksin. Berdasarkan laporan dari kecamatan-kecamatan, jumlahnya bisa bertambah karena belum termasuk siswa yang vaksin hari ini,” pungkasnya.

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) turut memantau gelar Serbuan Vaksinasi Gratis di Gedung Rato Ebu bersama Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo.

Ra Latif mengungkapkan, gelar vaksinasi akan berlangsung selama sebulan ke depan di Rato Ebu, Pos Kesehatan Kodim selatan Alun-alun Kota, di Polres Bangkalan, dan 22 puskesmas di 18 kecamatan.

“Silakan masyarakat yang ingin divaksin, gratis mulai pukul 08.00 WIB setiap hari. Saya melihat animo masyarakat mulai tinggi, tadi ada beberapa pelajar juga. Kami ingin menjaga masyarakat untuk menekan lonjakan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan,” pungkasnya.

Simak artikel lain terkait Kabupaten Bangkalan, Madura, Penyebaran Covid-19

FOLLOW JUGA:

 
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved