Daun Sambiloto
Meski Pahit, Daun Sambiloto Punya Segudang Manfaat, Tingkatkan Kekebalan Tubuh hingga Cegah Pilek
Daun sambiloto punya manfaat bagi kesehatan karena kandungannya yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antibakteri, antipiretik, serta analgesik.
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM - Pernah dengar tanaman sambiloto? Tanaman yang satu ini sering sekali dijadikan sebagai jamu atau obat herbal.
Namun, sambiloto lebih terkenal karena rasanya yang sangat pahit.
Meskipun pahit, siapa sangka kalau sambiloto punya segudang manfaat bagi kesehatan karena kandungannya yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antibakteri, antipiretik, serta analgesik.
Melansir berbagai sumber, berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari sambiloto.
Sambiloto atau sambiroto memiliki nama ilmiah Andrographis paniculata merupakan tanaman yang banyak dijumpai di Asia Tenggara, China, dan Thailand.
Meskipun tidak semua orang tahu mengenai tanaman satu ini, ternyata sambiloto kaya akan manfaat dan sudah lama dijadikan sebagai bahan baku jamu tradisional .
Rasanya yang terkenal pahit memiliki banyak manfaat untuk kesehatan serta mencegah berbagai penyakit berbahaya.
Kandungan utama di dalam tanaman sambiloto yaitu andrographolide, alkane, flavonoid dan keton.
Tanaman sambiloton juga tumbuh di banyak daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda.
Ada yang menyebutnya sebagai pepaitan, ki oray, ki peurat, takilo, bidara, sadilata, sambilata, hingga di China terkenal dengan sebutan Chuan Xin Lian.
Secara ilmiah, sambiloto disebut Andrographis paniculata (Burm. F) Nees atau Justicia paniculata Burm.f.

Kandungan Sambiloto
Kandungan kimia utama sambiloto adalah senyawa diterpen termasuk di antaranya ;
- andrographolide
- 14-deoxyandrographolide(DA)
- 14-deoxy-11
- 12-didehydroandrographolide (DDA)
- 14-deoxy-11-oxoandrographolide
- neoandrographolide
- andrographiside (dideoxyandrographolide)
- deoxyandrographoside (andropanoside)
- andrograpanin
- deoxyandrographolide-19-D-glucoside
- 14-deoxy-12-methoxyandrographolide
- dan senyawa flavonoid
Juga telah dilaporkan enam senyawa diterpen lain dari sambiloto, yaitu 14-epi-andrographolide, isoandrographolide, 14-deoxy-12-hydroxyandrographolide, dan 14-deoxy-11 hydroxyandrographolide dan glukosida diterpen, 14-deoxy-11,12-didehydrographiside dan 6,5f-acetyl-neoandrographolide, telah diisolasi bersama-sama dengan empat dimer diterpen baru, bis-andrographolide A, B, C, dan D.
Khasiat Sambiloto
Dikutip dari web BPOM, menurut beberapa pustaka, secara tradisional sambiloto digunakan untuk ;
- Radang amandel
- Borok
- Penawar racun makanan
- Tifus
- Demam
- Gatal
- Penawar racun serangga
- Penawar racun ular
- Diabetes
- Tonikum
- Disentri
- Penyakit telinga
- Eksim
- Radang usus buntu
- Masuk angin
- Trakoma
- Dipteria
- Sebagai pembersih darah
- Ayan
- Siphilis
- Gonorrhea, dan Ketombe.