Breaking News:

Demo Penolakan PPKM Level 4

Mahasiswa Pamekasan Tolak Perpanjangan PPKM, Pemkab Beri Respons Tegas: Kami Tidak Bisa Semena-Mena

Pemkab Pamekasan merespons tuntutan massa mahasiswa soal penerapan PPKM level 4.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ratusan mahasiswa gabungan dari Aliansi BEM se-Pamekasan dan PMII Pamekasan geruduk Kantor DPRD Pamekasan, Jumat (23/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan menegaskan tetap berpegang teguh pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) perihal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) meski ada penolakan dari Aliansi BEM se-Pamekasan dan PMII Pamekasan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Pamekasan, Agus Mulyadi menjelaskan, Pemkab Pamekasan akan tetap ikut aturan Mendagri nomor 15 tahun 2021 dan nomor 22 tahun 2021 tentang penerapan PPKM level 4.

Agus Mulyadi mengatakan, Pemkab Pamekasan tidak bisa mengambil kebijakan semena-mena dan ikut menolak perihal diperpanjangnya PPKM level 4 ini.

"Kami tidak bisa semena-mena membuat kebijakan sendiri. Itu ada beberapa regulasi yang harus dilakukan oleh pemerintah se-Jawa-Bali," kata Agus Mulyadi saat diwawancarai TribunMadura.com seusai demonstrasi, Jumat (23/7/2021).

Pria yang akrab disapa Agus ini juga menjelaskan, instruksi Mendagri nomor 15 tahun 2021 dan nomor 22 tahun 2021 sudah jelas memberikan petunjuk yang harus dilakukan oleh Provinsi dan kabupaten terkait dengan PPKM.

Baca juga: BREAKING NEWS - Ratusan Massa Aliansi BEM dan PMII Pamekasan Geruduk Kantor DPRD, Tolak PPKM Level 4

Ratusan mahasiswa gabungan dari Aliansi BEM se-Pamekasan dan PMII Pamekasan geruduk Kantor DPRD Pamekasan, Jumat (23/7/2021).
Ratusan mahasiswa gabungan dari Aliansi BEM se-Pamekasan dan PMII Pamekasan geruduk Kantor DPRD Pamekasan, Jumat (23/7/2021). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Kata dia, beberapa regulasi yang tercantum dalam Mendagri itu di antaranya, pedagang kali lima (PKL) harus tutup pukul 20.00 WIB.

Namun, karena rata-rata masih banyak ditemukan PKL yang buka hingga pukul 22.00 WIB, maka pemerintah membuat kebijakan bahwa lampu penerang jalan dimatikan semua mulai dari se-Jawa - Bali.

"Lampu penerang jalan yang dipadamkan bukan hanya Pamekasan saja, tapi se-Jawa - Bali," ujar Agus.

Menurut Agus, pemadaman lampu penerang jalan di Pamekasan mulai dimatikan selesai Adzan Magrib hingga pagi.

Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kerumunan dan gerombolan muda-mudi yang nongkrong di pinggir jalan.

"Semua kebijakan ini diterapkan hanya untuk mengurangi terjadinya lonjakan positif Covid-19," harapnya.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Pamekasan, Minta Pemkab Pikirkan Nasib PKL saat PPKM Level 4

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved