Sabtu, 2 Mei 2026

Wabah Virus Corona

Apa Beda Virus Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus? Ini Penjelasan Gejala dan Cara Pencegahannya

Virus Covid-19 varian Delta Plus telah ditemukan di Indonesia. Lantas, apa perbedaannya dengan varian Delta yang sebelumnya telah dikenal?

Tayang:
Editor: Elma Gloria Stevani
UNSPLASH/fusion_medical_animation
ILUSTRASI - Varian Delta Plus masih erat dengan varian Delta yang tingkat penyebarannya lebih cepat dibanding virus corona orisinal. 

Diberitakan sebelumnya, varian 'Delta plus' (B.1.617.2.1 atau AY.1) disebut-sebut sudah terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia. 

Melihat hal itu, anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi mendorong pemerintah agar memperkuat Whole Genome Sequencing (WGS).

“WGS atau upaya mengetahui penyebaran mutasi Sars-Cov-2 di Indonesia harus diperkuat, sehingga kita memiliki basis dalam pengambilan kebijakan kesehatan."

"Manfaat WGS sebagai data keseluruhan sangat penting untuk penanganan Pandemi, apalagi dengan penambahan kasus positif per hari dan angka kematian yang tinggi, juga pengadaan jenis vaksin yang digunakan,” ujar Intan melalui keterangannya kepada Tribunnews, Rabu (28/7/2021)

Dipaparkan Intan Fauzi, kecepatan uji WGH di Indonesia masih banyak kendala terutama tidak adanya dukungan dari Pemerintah dalam hal anggaran Penelitian.

Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PAN, Hj Intan Fauzi, SH, LL.M.
Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PAN, Hj Intan Fauzi, SH, LL.M. (Ist)

Para peneliti di lembaga penelitian Indonesia sebetulnya setara dengan para peneliti di luar negeri mampu melakukan WGS, juga membuat vaksin.

Namun, lanjut Intan, keunggulan SDM Indonesia itu perlu dukungan anggaran dan sarana prasarana.

"Saat ini lembaga penelitian terutama yang berada di berbagai universitas harus melakukan Swadana baik untuk peralatan dan beban biaya operasional para peneliti,” ujar legislator PAN ini.

Intan mengatakan, jika mahasiswa Indonesia di Oxford University, Indra Rudiansyah dapat ikut berperan di balik peluncuran Vaksin Astra Zeneca, tentunya jika pemerintah mau memberi sarana prasarana dan anggaran seperti di luar negeri.

"Maka para peneliti Indonesia akan berprestasi dan berkontribusi dalam wabah Pandemi dengan hasil WGS, termasuk percepatan Vaksin Merah Putih," ucap Intan yang merupakan lulusan Nottingham University Inggris ini.

Di Indonesia kini ada 17 Lab yang bisa melaksanakan Whole Genome Sequencing, antara lain: Litbangkes-Kemenkes, Eijkman, LIPI, FKUI,  ITB-Labkesda Jabar-UNPAD, ITD Unair,  UGM, UNS, FK Andalas, BPPT, FK UIN, FK UNTAN, FK USU, Univ. UPN veteran,  Clinical Microbiology Lab RSPTN Universitas Hasanuddin dan MRIN UPH.

“Biaya untuk melakukan uji WGH di Indonesia sangat mahal karena tingginya harga mesin dan alat Reagan WGS yang masih impor. Juga produsen dan distributor sangat terbatas, sehingga memperlambat penelitian. Perlu ada kebijakan relaksasi pajak dan kemudahan pengadaan peralatan penelitian di masa Pandemi," ucap Anggota DPR Dapil Kota Bekasi dan Depok ini.

Lebih lanjut, Intan mengamini Indonesia patut waspada sebab kini sudah ditemukan 197 kasus di 11 negara.

Hal ini wajib menjadi alarm bagi Indonesia. Perlu dilakukan pemantauan dan mitigasi wabah secara dini di seluruh wilayah Indonesia.

Gejala terkena virus corona varian Delta Plus

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved