Breaking News:

Berita Jawa Timur

Hari Terakhir PPKM Level 4, Bagaimana Situasi Kasus Covid-19 di Jatim? Ini Penjelasan Gubernur

Jawa Timur mengalami banyak perkembangan signifikan penurunan kasus Covid-19 sejak 3 Juli - 8 Agustus 2021.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, dan juga Pangkoarmada II saat meninjau penyiapan gedung parkir RSUD Dr Soetomo yang dialihfungsikan untuk HCU dan ICU pasien Covid-19, Senin (19/7/2021). 

Bahkan banyak rumah sakit rujukan covid-19 yang menutup IGD nya karena tidak bisa menampung pasien.

Bahkan RSUD Dr Soetomo juga IGD nya sampai meluber ke selasar dan banyak pasien terlantar sehingga dibutuhkan penambahan ruang IGD dan isolasi menggunakan triase dari kontainer.

Baca juga: IDI Sampang Buka Layanan Konsultasi Gratis Bagi Pasien Isoman, Ini Daftar Nomor Telepon Para Dokter

“Begitu juga dengan RS Lapangan, saat awal PPKM Darurat, angka BOR nya 69 persen, sekarang 51 persen,” tegasnya.

Selain itu, BOR rumah karantina saat ini di Jatim juga sudah menurun di angka 42 persen.

Padahal pada tanggal 3 Juli 2021 lalu angka BOR rumah karantina di Jatim mencapai 50 persen.

Sedangkan untuk ICU, penurunan tidak terlalu signifikan. Saat ini BOR ICU Jatim 74 persen, padahal 3 Juli lalu BOR nya 78 persen.

Menurut Khofifah, hal itu menunjukkan bahwa pasien yang dirawat di ICU memang pasien pasien yang membutuhkan long stay atau perawatan intensif yang lebih lama.

“Tapi kondisi BOR isolasi biasa, RS lapangan dan Rumah Karantina yang sudah menurun signifikan harus kita syukuri. Karena kondisi saat ini angka BOR kita sudah di bawah standar WHO yaitu 60 persen,” tegasnya.

Kondisi BOR yang menurun di isolasi biasa dan karantina maupun RS Lapangan menandakan bahwa jumlah pasien terinfeksi yang mengalami gejala ringan hingga sedang sudah jauh menurun.

Sehingga menurut Khofifah menjadi harapan baru bahwa penurunan kasus terus terjadi. Dengan harapan pandemi segera berakhir.

“Tentu kuratif berupa layanan rumah sakit ini adalah hilir. Sedangkan hulunya yaitu menjaga prokes, dan juga menggencarkan terus vaksinasi demi mengejar herd immunity,” pungkas Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved