Virus Corona di Kediri

Kasus Positif Covid-19 di Kota Kediri Mulai Turun, Abdullah Abu Bakar Sebut Pantau Pasokan Oksigen

Setelah sempat mengalami lonjakan peningkatan pada akhir Juli, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kediri mulai mengalami penurunan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Didik Mashudi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. 

Laporan Wartawan Tribun Madura Network, Didik Mashudi

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Setelah sempat mengalami lonjakan peningkatan pada akhir Juli, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kediri mulai mengalami penurunan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar selaku Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pada rapat koordinasi Dewan Pengurus APEKSI secara virtual, Senin (9/8/2021).

Dijelaskan, Kota Kediri sebagai salah satu daerah aglomerasi pasti ikut menanggung beban. 

Bila dilihat dari bed ccupancy ratio (BOR) rumah sakit, dari 500 tempat tidur yang disediakan, hanya 200 sampai 230 orang Kota kediri yang menempatinya, sisanya ditempati oleh orang luar Kota Kediri.

Apalagi sejumlah rumah sakit di Kota Kediri juga ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

“Untuk mengendalikan BOR di rumah sakit, kami mengendalikan di hulunya, contohnya bila ada yang melakukan isolasi harus tetap dikontrol,” tambahnya.

Wali Kota Kediri juga memberikan saran, daerah lain untuk memperhatikan pasokan oksigen.

Karena seperti di Kota Kediri, yang sudah dipersiapkan dan dirasa sudah cukup memenuhi ternyata belum cukup memenuhi dan sampai saat ini Kota Kediri menerima pasokan oksigen 2 hari sekali. 

“Karena ini ada pergeseran tren Covid-19 dan sekarang di luar Jawa lagi banyak, maka hati-hati dengan pasokan oksigen. Selain itu untuk vaksin agar ditambah sehingga target vaksinasi segera tercapai,” imbuhnya.

Diungkapkan di Kota Kediri setiap hari ada tim yang keliling ke rumah warga yang isolasi mandiri untuk mengecek kadar oksigen dalam darah. 

Bila ditemukan kadar oksigen di bawah normal nanti akan dirujuk ke rumah sakit atau tempat isolasi terpusat. 

Selain itu tracing juga dilakukan secara masif dan untuk pelaporan data tracing juga sudah dilaporkan dengan baik melalui aplikasi Si Lacak. 

Sementara dalam bidang ekonomi, saat ini orang diberi uang berapapun habis untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved