Rabu, 27 Mei 2026

Berita Pamekasan

Manfaatkan Perpanjangan PPKM, Nenek di Pamekasan Wariskan Budaya Membatik Pakai Canting pada Cucunya

Budaya membatik di Kabupaten berjuluk 'Bumi Gerbang Salam ini', menjadi tradisi turun temurun untuk terus dilestarikan.

Tayang:
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Atidah saat mengajarkan cucunya membatik di rumah, Dusun Gunung 1, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (17/8/2021). 

Pengamatan Atidah, saat ini pembelajaran budaya membatik bisa dikatakan punah.

Apalagi, praktik membatik secara langsung sudah sangat jarang diterapkan di sejumlah sekolah.

"Sehingga rasa kecintaan anak terhadap budaya peninggalan nenek moyang kita mulai hilang, dan rata-rata anak sekarang sekolahnya langsung ke YouTube dan Google," ungkapnya.

Sementara itu, Indy Zakiya Abdi, cucu Atidah, merasa senang mendapatkan pelajaran membatik dari neneknya.

Kata dia, belajar membatik seperti bermain jual-jualan.

"Masa Pandemi Covid-19 ini diisi oleh kegiatan belajar membatik ke nenek saya," kata Indy.

Siswi yang masih duduk di bangku kelas 6 SD itu mengaku malas saat awal-awal belajar membatik.

Apalagi saat memegang canting batik yang sangat kecil yang terbilang sangat susah memegangnya.

Namun berkat ketekunan dan ketelatenan neneknya, Indy merasa termotivasi untuk ikut giat belajar membatik.

"Awalnya agak malas karena sulit cara belajar apalagi cara memegang cantingnya itu, yang penting bagi saya tahu bagaimana proses membatik itu, dan tahu kalau batik warisan budaya nenek moyang kita," tutupnya.

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved