Berita Pamekasan
Peminat Tas Lokal Pamekasan Karya Anak WUB Membeludak, Optimis Bisa Penuhi Kebutuhan Anak Sekolah
Sejak tahun 2020 peserta yang mengikuti pelatihan WUB sekitar 50 persen telah sukses menjalankan usahanya dari 1.800 lebih peserta.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
Karena tidak jarang dari peserta pelatihan berhenti di tengah jalan dan memilih menjadi karyawan.
Menurutnya, usaha merubah pola pikir masyarakat dalam berwira usaha bukan perkara mudah.
Perlu strategi motivasi agar mereka tidak mudah putus asa dalam menjalankan usahanya yang nota bene masih pemula.
"Rata-rata masyarakat kita ini tidak berani melakukan inovasi baru, makanya perlu kita rubah agar memiliki keinginan untuk berwira usaha, buktinya ketika kita latih, di pertengahan jalan berhenti karena menganggap lebih baik mencari kerja dari pada berkreasi, karena kalkulasi untung ruginya lebih jelas," ungkapnya.
WUB yang berada di bawah naungan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker) merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam upaya menciptakan 10 ribu pengusaha baru selama kepemimpinannya.
Pelatihan berbagai jenis usaha ini dilaksanakan secara gratis.
Bahkan para peserta dibantu alatnya melalui dana corporate social responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.
Selain itu, peserta juga diberi pinjaman modal melalui dana channeling dengan bunga nol persen selama satu tahun.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga menfasilitasi pemasarannya, baik online yang bekerja sama dengan beberapa star up, dan pemasaran offline dengan cara mendirikan warung milik rakyat (wamira) yang rencananya akan dibangun di 20 titik pada tahun 2021.
Taufiq mengatakan, pihaknya sering memberikan contoh pengusaha sukses kepada para peserta WUB sebagai strategi motivasi agar tidak mudah putus harapan apabila usahanya tidak berjalan sesuai harapan.
"Kami beri contoh pengusaha sukses dan yang benar-benar berangkat dari nol, dan kami juga beri gambaran pekerja yang sukses, ternyata ketika berhenti jatuh bangkrut misalnya," ceritanya.
"Sehingga bagaimana mereka punya pandangan lebih baik berwira usaha. Kalau berwira usaha itu kan tidak diatur orang dan lain-lain," pungkasnya.