Breaking News:

Berita Bangkalan

Orang Dengan Gangguan Jiwa dan Penyandang Disabilitas Jadi Sasaran Vaksinasi di Kabupaten Bangkalan

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura menyasar kelompok Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Tim vaksinator bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Socah tengah memberikan layanan vaksinasi kepada salah seorang penyandang disabilitas Kabupaten Bangkalan, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Selain mendapatkan hak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, setiap warga negara juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.

Seperti gelaran vaksinasi untuk Penyandang Disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Da’iring, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Kamis (2/8/2021).

Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kecamatan sekaligus Kapolsek Socah, Iptu Suharijanto mengungkapkan, pemberian vaksinasi merupakan upaya meningkatkan herd immunity atau kekebalan tubuh dari paparan Covid-19 serta memutus mata rantai penyebarannya.

“Selain di Desa De’iring, vaksinasi untuk disabilitas dan ODGJ juga dilakukan di beberapa desa lainnya seperti di Desa Jaddih, BIlaporah, dan Parseh,” ungkap Hari kepada Surya.

Vaksinasi terhadap penyandang disabilitas dan ODGJ tidak semudah yang dibayangkan.

Selain membutuhkan persetujuan dari pihak keluarga, proses vaksinasi dengan sasaran ODGJ dilakukan dengan pendampingan dari keluarga. Sejauh ini, pihak Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Socah juga terbentur dengan data sasaran.

“Kami tidak mempunyai data siapa saja para penyandang disabilitas dan ODGJ. Kami sifatnya menunggu usulan dari Ketua (Satgas Covid-19), dalam hal ini Pak Camat. Apabila sudah ada, barulah kami jemput. Untuk Desa De’iring tervaksin 5 penyandang disabilitas, untuk ODGJ nihil,” pungkas mantan Kasi Propam Polres Bangkalan itu.

Kepala Puskesmas Desa Jaddih, drg Purwanti mengungkapkan, selama ini pihaknya mempunyai program dari pemerintah yakni program kesehatan jiwa dengan pemberian obat terhadap para ODGJ. Itu dilakukan sebagai upaya agar jiwa para ODGJ lebih terkontrol.

“Pendekatan ke sasaran para ODGJ dilakukan melalui bidan desa kepada pihak keluarga dan tetangga beberapa hari sebelum pemberian vaksin. Mereka (ODGJ) harus didampingi saat vaksinasi,” ungkapnya.

Vaksinasi terhadap para penyandang disabilitas dan ODGJ telah berlangsung sejak Rabu (1/9/2021).

Hingga hari ini, sejumlah 44 penyandang disabilitas dan 19 ODGJ yang telah mendapatkan vaksin.

“Kemarin memang vaksinasi terpusat di puskesmas. Namun hari ini kami datangi satu persatu, ada 5 ODGJ dan 6 penyandang disabilitas. Apabila masih ada, kami pasti lanjutkan vaksinasi namun untuk data penyandang disabilitas ada di Dinas Sosial,” pungkasnya kepada TribunMadura.com.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved