Breaking News:

Berita Banyuwangi

Praktik Pembuatan Surat Tes Swab Antigen Palsu di Banyuwangi Dibongkar, Polisi Ungkap Modus Pelaku

Praktik pembuatan surat tes swab antigen palsu, yang biasa digunakan untuk kebutuhan transportasi penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.

Penulis: Haorrahman Dwi Saputra | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HAORRAHMAN
Rilis kasus praktik pembuatan surat tes swab antigen palsu di Polresta Banyuwangi, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Polresta Banyuwangi membongkar praktik pembuatan surat tes swab antigen palsu, yang biasa digunakan untuk kebutuhan transportasi penyeberangan Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk.

Dari kasus ini, polisi menangkap tiga orang tersangka pembuat surat tes swab antigen palsu, yakni Dendi Nur Efendi (30) warga Desa Rejosari Kecamatan Glagah, Agus Farid (29) warga Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro, dan Sodik (38) warga Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Sementara satu orang tersangka lainnya dinyatakan daftar pencarian orang (DPO) yakni VYF, warga Banyuwangi.

"Kami mendapat laporan dari pemilik klinik yang dirugikan karena perbuatan mereka," kata Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, Kamis (2/9/2021).

"Tiga orang berhasil kami tangkap, dan satu orang masih DPO," sambung dia.

Selain laporan dari pemilik klinik, polisi juga mendapat laporan dari penumpang yang dirugikan karena ditolak menyeberang akibat membawa surat swab antigen palsu tersebut.

"Modus tersangka membuat surat swab antigen mengatasnamakan salah satu klinik kesehatan, padahal mereka tidak bekerja di sana," ungkap dia

"Mereka saling kerja sama menawarkan pada calon penumpang yang membutuhkan surat tes swab antigen untuk kebutuhan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang," kata Nasrun.

Berdasarkan pemeriksaan, tersangka telah memalsukan 62 surat tes swab antigen palsu bagi penumpang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Satu surat dijual seharga Rp 100 ribu.

"Untuk biaya pembuatan swab antigen sebesar Rp 100 ribu. Di mana pembagian keuntungan itu dibagi 60 persen dan 40 persen kepada masing-masing pelaku," terang Nasrun.

Selain menangkap ketiga tersangka, polisi juga menyita barang bukti laptop, printer dan kertas cetak antigen palsu.

"Sementara pelaku ada tiga orang ditangkap di TKP berbeda. Dua pelaku diduga sebagai tokoh utama, satu pelaku lainnya hanya turut serta atau perantara," jelas Nasrun.

Saat ini, ketiganya ditahan di Mapolresta Banyuwangi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Mereka terancam Pasal 263 ayat (1) tentang Dugaan Pemalsuan Dokumen, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Haorrahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved